Antisipasi Dampak Kelelahan Paska PILPRES 2009

In: opini for public

12 Jul 2009

Pemilihan umum Presiden 2009 sudah usai, saat ini penghitungan terus berlangsung tetapi melalui quick count kita sudah bisa melihat siapa yang akan menang dan tampaknya pula hanya satu putaran. Hiruk pikuk Pilpres menyisakan kelelahan sangat bagi semua yang terlibat pada proses PEMILU ini. Hal ini perlu diantisipasi agar semua yang terlibat dan mengalami kelelahan tidak mengalami gangguan kesehatan yang tidak diinginkan.

Antisipasi Dampak Kelelahan Paska PEMILU PILPRES 2009
Dr.H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB.
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)

Hiruk pikuk Pemilu Pemilihan Presiden (PILPRES) 2009 hampir usai. Puncak acara pemilihan presiden tanggal 8 Juli 2009 sudah lewat. Tetapi dampak dari berbagai kegiatan ini khususnya seputar masalah kesehatan akan muncul setelah ini. Bercermin dari Pemilihan Umum Legislatif (PILEG) 2009, rangkaian dari proses Pemilu ini membawa dampak buruk bagi kesehatan pada orang-orang yang terlibat pada proses PEMILU tersebut. Adapun orang-orang yang terpapar pada kondisi kesehatan yang buruk akibat kelelahan tersebut adalah para tim sukses Capres/Cawapres baik tingkat pusat maupun daerah, para penyelenggara PEMILU baik para anggota KPU pusat/KPU daerah, para anggota Bawaslu pusat dan daerah serta penyelenggara pemilu antara lain anggota PPK,PPS dan KPPS baik ditinkatat desa, kecamatan, kabupaten dan tingkat propinsi.
Kondisi ini diperberat oleh keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa masyarakat yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya menunjukan KTP dan Kartu Keluarga (KK) saja untuk mendapatkan kertas suara dan berhak memilih. Ketersediaan kertas suara dan perhitungan jumlah pemilih akan berubah dengan kondisi ini. Semua pihak yang melaksanakan dan mengawasi proses ini akan kerja ekstra ketat sehubungan dengan keputusan MK tersebut.
Pengalaman yang lalu merupakan pelajaran berharga bagi kita saat ini. Berbagai kasus gangguan kesehatan terjadi pada PILEG 2009 yang lalu, beberapa calon legislatif baik pusat dan daerah mengalami serangan jantung dan menyebabkan kematian. Kita juga menemukan bahwa beberapa anggota KPU daerah juga mengalami hal yang sama begitu pula anggota BAWASLU daerah. Selain itu para penyelenggara PEMILU mulai dari Ketua dan anggota kelompok penyelenggara Pemungutan suara (KPPS), panitia pemungutan suara ditingkat kelurahan (PPS), panitia pemungutan kecematan (PPK) juga mengalami hal yang sama.. Beberapa kasus kelelahan sampai muntah darah ditemukan terjadi pada para anggota PPK dan PPS. Beberapa kasus yang diberitakan oleh media antara lain terjadi pada ketua Panitia Pemilihan Suara kelurahan Mekarsari Balikpapan yang roboh dan mengalami serangan jantung pada saat proses penghitungan dan rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Balikpapan Tengah pada pemilihan legislatif 2009 beberapa bulan yang lalu. Petugas PPS Bangka Belitung juga mengalami hal sama berupa serangan jantung dan stroke saat menyerahkan hasil penghitungan suara.. Korban juga jatuh di Kabupaten Sumba Timur dimana seorang anggota PPS tewas akibat kelelahan setelah mempersiapkan TPS pada Pileg yang lalu. Kalau terus kita data mengenai gangguan kesehatan yang terjadi saat itu begitu banyak daftar serangan jantung dan kematian para proses PILEG yang lalu tersebut. Ternyata proses PEMILU ini tidak saja mengorbankan waktu dan tenaga bagi penyelenggaranya tetapi juga pengorbanan jiwanya.
Hari-hari setelah PILPRES merupakan hari-hari yang berat bagi penyelenggara PEMILU baik ditingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, pusat dan propinsi. Masa-masa penghitungan suara, proses pencocokan belum lagi tuntutan dari tim sukses Capres/Cawapres untuk tetap berlaku adil merupakan stress berat yang menghantui para penyelenggara PEMILU ini dan tentu kondisi ini sangat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Dampak buruk kelelahan
Tubuh kita ini ada batasnya, diibaratkan sebagai mesin mobil, tubuh manusiapun perlu istirahat. Jika terus dipaksa untuk beraktifitas maka tubuh kita akan mengalami kelelahan. Dampak kelelahan ini adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh seseoarang. Kelelahan serta stress yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal didalam tubuh kita.
Kelelahan terjadi karena dipaksanya fisik dan mental kita untuk bekerja secara terus menerus tanpa istirahat yang cukup. Selain itu kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat seperti bising, suhu ruangan yang panas serta asap rokok didalam ruangan memperburuk kelelahan yang terjadi tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam proses penghitungan suara rekapitulasi suara para anggota PPS dan PPK bekerja terus menerus untuk menyelesaikan proses penghitungan suara tersebut. Hal ini terjadi karena mereka harus memenuhi batas waktu dalam penyelesaian proses penghitungan suara tersebut. Dan biasanya mereka bekerja dalam ruangan-ruangan yang pengap dan umumnya dengan dibumbui asap rokok yang dihisap oleh orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut. Kondisi ini jelas akan memperburuk kelelahan yang terjadi.
Dampak kelelahan ini dapat berakibat serius bagi kesehatan dan kondisi ini diperburuk oleh konsumsi rokok yang terus menerus disertai konsumsi suplemen dan minuman berenergi yang umumnya mengandung ginseng dan kafein.
Kelelahan berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan sistim pencernaan, gangguan sistim jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak serta penurunan daya tahan tubuh.

Antisipasi kelelahan dan upaya pencegahan penyakit.
Jika kita identifikasi beberapa hal yang bisa mencetuskan terjadinya kelelahan pada para tim sukses dan juga penyelenggara PILPRES adalah kerja yang terus menerus dalam beberapa minggu terakhir dan juga beberapa minggu kedepan setelah rangkaian penghitungan suara ini selesai. Waktu kerja yang terus menerus tanpa henti untuk mencapai death line yang telah ditentukan. Selain itu umumnya mereka bekerja sampai larut malam sehingga kondisi ini dapat memperparah kelelahan yang terjadi. Waktu tidur dari mereka yang terlibat dalam proses PILPRES ini juga berkurang. Makan mereka juga umumnya tidak teratur. Kondisi ini semua akan memperburuk kelelahan yang terjadi.
Gangguan pencernaan merupakan hal utama yang terjadi jika seseorang mengalami kelelahan. Keluhan pencernaan yang timbul antara lain nafsu makan berkurang dimana hal ini akan memperparah kondisi fisik yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Seseorang yang mengalami kelelahan juga akan mengalami mual bahkan muntah serta nyeri di uluhati.
Mereka yang mengalami kelelahan juga sebenarnya sudah tidak berkonsentrasi dan bekerja dengan baik selain itu emosinya juga menjadi tinggi. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara yang sedang mengalami kelelahan tersebut.
Berbagai penyakit kronis dapat menjadi kambuh jika seseorang mengalami kelelahan antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, Asma, kencing manis (Diabetes Mellitus), Hipertensi, stroke dan serangan jantung.
Kelelahan fisik dan psikis juga akan memperburuk daya tahan tubuh seseorang yang mengalami kelelahan tersebut mereka akan mudah terkena infeksi virus seperti virus flu, mudah terjadi infeksi usus berupa diare mereka juga rentan terkena infeksi virus Hepatitis, Deman Thypoid dan virus demam berdarah.
Pengalaman dari PILEG sebelumnya telah membuktikan akibat kelelahan tersebut beberapa anggota PPS dan PPK mengalami serangan jantung, stroke, muntah darah dan berbagai gangguan kesehatan lain dan bahkan sampai menyebabkan kematian. Dan juga tidak sedikit mereka yang harus berurusan dengan dokter bahkan sampai dirawat di rumah sakit akibat kelelahan tersebut.
Kondisi ini tampaknya tidak bisa dihindari bagi penyelenggara PILPRES 2009 ini, oleh karena itu upaya yang dilakukan adalah hal-hal yang tidak memperburuk keadaan ini. Didalam melakukan aktifitas sebaiknya ada waktu untuk menghirup udara segar beberapa saat, tetap melakukan gerak badan baik ditempat kerja maupun diudara terbuka tempat bekerja.
Apabila sudah ditemukan adanya gangguan kesehatan seperti mual muntah dan sakit kepala serta nyeri dada adalah peringatan agar kita berhenti beraktifitas untuk mengobati gangguan kesehatan yang terjadi terjadi.
Selain itu mereka juga diminta untuk tetap mempertahankan jumlah tidur minimal 6 jam sehari, dimana ada kesempatan untuk beristirahat maka dianjurkan untuk beristirahat. Tetap memperhatikan waktu makan minimal tiap 6 jam, sebaiknya disela waktu makan ada makanan yang diskonsumsi terutama makanan yang sehat tidak mengandung coklat, keju, berlemak dan mengurangi goreng-gorengan. Minum air putih harus tetap dipertahankan sebanyak minimal 2 liter per hari. Lebih banyak menkonsumsi buah dan sayur-sayuran. Diwaktu antara makan baik juga untuk selalu menkonsumsi buah. Mengurangi menghisap rokok, minuman bersoda, minum kopi jangan berlebih-lebihan maksimal 2 gelas sehari-hari. Suplemen sebaiknya juga jangan berlebihan dikonsumsi dan sebaiknya juga dihindari minuman yang berkafein atau mengantung ginseng. Karena sebenarnya yang dibutuhkan tubuh saat itu adalah istirahat.
Dengan memperhatikan hal-hal ini dan mengantisipasi kemungkinan kelelahan yang terjadi serta dampak dari kelelahan tersebut. Mudah-mudahan mereka yang sedang berjuang menegakkan demokrasi ini menciptakan Pemilu yang bersih dan bermartabat tetap selalu dalam keadaan sehat setelah menyelesaikan tugas yang maha berat ini.

Salam,

8 JULI 2009

NB: tulisan ini telah disitir oleh beberapa media

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

July 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
July 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031