Apakah Saya Menderita Sakit Maag ?

In: Gastrointestinal Problem

8 Mar 2009

Ditulis Oleh :
Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, MME
Divisi Gastroenterologi – Dept. Ilmu Penyakit Dalam FKUI / RSCM &
Anggota PAPDI

Sakit maag, merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering membawa seseorang untuk datang kedokter mencari pertolongan medis, baik pada praktek dokter umum maupun dokter spesialis penyakit dalam. Pengertian sakit maag yang membawa pasien datang kedokter kadang kala memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Bisa saja bahkan pasien bertanya apakah dia menderita sakit maag saat berkonsultasi dengan dokter.
Pada umumnya jika seseorang merasakan sakit pada daerah ulu hatinya maka mereka biasanya langsung menyebutkan bahwa dia menderita sakit maag. Jika diteliti dari arti katanya sendiri, maag sendiri berasal dari bahasa Belanda artinya lambung, maka orang yang mempunyai masalah dengan lambungnya akan merasakan bahwa dia mengalami sakit maag. Secara medis istilah yang sering digunakan untuk sakit maag ini adalah Dispepsia.
Definisi Dispepsia itu sendiri adalah rasa nyeri atau rasa tidak nyaman disekitar ulu hati. Pasien dengan Dispepsia atau sakit maag ini juga biasanya datang dengan keluhan lain seperti rasa mual bahkan sampai muntah. Selain itu bisa juga timbul keluhan-keluhan lain seperti kembung, cepat kenyang, nafsu makan yang berkurang serta sering sendawa. Hampir setiap orang sebenarnya pernah merasakan masalah dengan lambungnya tetapi tentunya tidak setiap masalah yang hanya berlangsung sesaat dengan maagnya disebut mempunyai sakit maag. Survey yang dilakukan pada masyarakat Jakarta tahun lalu yang melibatkan 1645 responden mendapatkan bahwa pasien dengan masalah sakit maag ini mencapai angka 60%. Artinya masalah sakit maag ini memang ada di masyarakat kita dan tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Pasien dengan sakit maag dan kondisi sakit maagnya selalu kambuh tentu akan menurunkan produktifitas kerjanya. Oleh karena itu masalah gangguan maag tidak bisa dianggap sepele.

Pembagian Sakit Maag
Secara garis besar sakit maag ini dikelompokkan menjadi penyakit maag organik dan penyakit maag fungsional. Pembagian ini dilakukan tentunya setelah melalui pemeriksaan terutama pemeriksaan endoskopi atau teropong saluran cerna dalam hal ini tentunya teropong saluran cerna atas. Dispepsia fungsional ditetapkan jika dengan pemeriksaan baik secara endoskopi, pemeriksaan ultrasonografi dan pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan penyebab lain dari sakit maag tersebut.
Definisi dispepsia atau sakit maag fungsional mutakhir yang dipublikasi tahun lalu oleh pakar dunia dibidang penyakit lambung menyatakan orang yang mempunyai masalah dengan maagnya berupa nyeri atau rasa panas di daerah ulu hati, rasa penuh atau tidak nyaman setelah makan dan rasa cepat kenyang yang telah berlangsung minimal selama 3 bulan dalam rentang waktu selama 6 bulan. Dari definisi ini jelas bahwa tentunya orang mempunyai sakit maag yang fungsional jika merasakan keluhan pada lambung sudah berlangsung lama.
Dispepsia fungsional ini memang sangat berhubungan erat dengan faktor psikis. Berbagai penelitian memang telah membuktikan hubungan antara faktor fungsional dengan faktor stress yang dialami seseorang terutama faktor kecemasan (ansietas). Penelitian yang kami lakukan dan penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa kejadian sakit maag yang fungsional ini lebih besar dari sakit maag yang organik yaitu mencapai 70-80% kasus sakit maag. Tetapi tentunya, adanya kekerapan yang lebih besar dari sakit maag karena fungsional bukan kita selalu beranggapan kalau kita mempunyai masalah dengan maag kita selalu berhubungan dengan masalah stress. Karena tetap harus dipikirkan kemungkinan penyebab organik pada sakit maag tersebut.
Berbagai penyakit saluran cerna atas yang dapat ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan endoskopi atas adalah luka pada kerongkongan, tukak pada lambung dan atau usus dua belas jari. Selain itu adanya polip atau tumor ganas pada pemeriksaan endoskopi pasien dengan keluhan sakit maag tersebut juga marupakan sakit maag yang organik. Walaupun secara statistik adanya tumor pada saluran cerna bagian atas kemungkinannya kurang dari 1%, kita harus tetap mewaspadai adanya kemungkinan kanker lambung pada pasien dengan keluhan sakit maag tersebut.

Waspadai Tanda Alarm
Apabila seseorang mengalami sesuatu yang tidak beres pada daerah ulu hatinya maka, yang pertama-tama harus dipikirkan adalah apakah ada keluhan lain yang sering kita sebut tanda bahaya (alarm symptom) pada orang tersebut. Tanda bahaya yang harus diperhatikan antara lain apakah ada keluhan buang air besar yang hitam, keluhan muntah-muntah apalagi dengan keluhan muntah darah, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, dan adanya lemas disertai pucat. Selain itu jika seseorang merasakan keluhan nyeri ulu hati tersebut pertama kali pada saat sudah berusia lebih dari 45 tahun maka sakit maag yang dialami saat ini harus dipikirkan karena penyebabnya organik. Oleh karena itu jika seseorang yang mengeluh sakit maag disertai tanda alarm harus segera dievaluasi terutama dengan pemeriksaan endoskopi untuk memastikan apakah ada penyakit maag yang organik.
Riwayat obat-obatan terutama penggunaan obat rematik atau obat-obatan untuk menghilangkan rasa nyeri terutama nyeri sendi juga harus dicurigai sebagai penyebab dari keluhan sakit maag yang timbul. Selain obat rematik, penggunaan obat sakit kepala yang rutin juga bisa membuat masalah di lambung dan menyebabkan kelainan organik. Obat pengencer darah yang juga sering digunakan oleh pesien dengan penyakit jantung koroner seperti asam asetil salisilat juga bisa menyebabkan masalah pada lambung.
Kuman Helicobacter pylori merupakan kuman yang juga harus dipikirkan sebagai penyebab seseorang mengalami sakit maag tersebut. Kuman Helicobacter pylori ini merupakan satu-satunya kuman yang dapat hidup dilambung dan jika kuman ini hidup didalam lambung kita, keberadaan kuman ini akan membuat masalah. Kelainan yang timbul akibat adanya kuman didalam lambung ini cukup bervariasi dari tanpa keluhan, adanya merah-merah pada dinding dalam lambung, tukak pada lambung atau pada usus dua belas jari. Bahkan adanya kuman ini dapat menyebabkan kanker pada lambung. Berbeda dengan kuman pencernaan lainnya, kuman Helicobacter pylori ini biasanya tidak menyebabkan keluhan dan setelah bertahun-tahun dilambung baru menimbulkan masalah. Oleh karena itu adanya kuman ini harus selalu dipastikan apabila seseorang mengalami masalah dengan maagnya.
Selain gangguan pada saluran pencernaan atas keluhan sakit pada daerah ulu hati tersebut dapat disebabkan oleh penyakit lain antara lain adanya kelainan pada kandung empedu baik berupa pasir-pasir, batu atau hanya berupa radang pada kandung empedu juga bisa menimbulkan keluhan didaerah ulu hati. Beberapa kali penulis mendapatkan pasien yang sudah diobati oleh dokter lain sebagai sakit maag biasa, ternyata saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi pada perutnya ternyata ditemukan adanya batu pada kandung empedu. Tentunya setelah masalah batu empedunya diobati keluhan sakit maagnya menjadi menjadi berkurang. Berbagai penyakit kronis lain seperti Diabetes Mellitus (DM), penyakit gondok berupa kelainan peningkatan hormone gondok bisa menyebabkan gangguan pada maag pasien tersebut. Penyakit pada pencernaan lain seperti gangguan liver, adanya gangguan penyerapan pada makanan (malabsorbsi) juga bisa menimbulkan keluhan pada lambungnya.
Demikian sekilas tentang penyakit maag yang memang biasanya ditemukan pada sebagian besar masyarakat kita. Informasi ini penting bagi kita apakah kita sebenarnya mempunyai masalah dengan maag kita atau ada organ lain sekitar maag kita yang mengalami sakit tapi memberikan keluhan seperti orang sakit maag.
Note ; Artikel ini pernah terbit di koran SINDO

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031