Jangan Lengah Pasca Lebaran

June 27th, 2017 | opini for public | No Comments »

 

Segala sesuatu yang tidak diperbolehkan untuk  dikonsumsi pada pagi hari karena kita berpuasa menjadi boleh kita konsumsi setelah kita memasuki bulan Syawal. Apalagi di hari pertama di bulan Syawal kita diharamkan untuk berpuasa.

Secara normal, kekangenan yang muncul untuk makan apa saja akan timbul saat di bulan Syawal kita  sudah tidak berpuasa lagi. Disinilah nyali kita diuji apakah kita bisa menahan diri atau melepas saja keinginan makan kita di hari Lebaran ini. Faktanya sebagian dari kita akan kangen2an dan mencicipi apa yang ada di meja tamu atau meja makan. Apalagi kalau hidangan yang disajikan saat di hari-hari lebaran ini memang jarang kita temukan dalam makanan kita sehari-hari.

Berbagai penelitian termasuk penelitian yang kami lakukan di RSCM, 4 minggu setelah Ramadan kondisi berat badan dan komposisi tubuh kita akan kembali seperti sebelum puasa setelah 4 minggu lebaran. Tentu kita tidak ingin kondisi ini  terjadi oleh karena itu jawabannya kita harus menahan diri. Apalagi kalau kita mempunyai penyakit kronis misal hipertensi, diabetes mellitus, kadar kolesterol tinggi atau kadar asam urat tinggi. Pengendalian diri untuk tidak menyicipi makanan yang ada harus kita lakukan. Sebagian besar,  kalau kita amati penganan yang disajikan mengandung kalori yang tinggi. Makanan yang mengandung coklat, keju dan makanan berlemak bukan saja mengandung kalori yang tinggi tetapi juga mengandung kadar lemak tinggi serta kadar garam yang tinggi. Selain penganan dan minuman berkalori, hidangan makanan di meja makan, biasanya juga cukup menggiurkan. Jumlah lauk yang disajikan juga bermacam2. Akhirnya kita cenderung mengosumsi 2 macam lauk bahkan bisa 3 macam dalam satu kali makan. Kondisi ini akan membuat kita akhirnya mengosumsi makanan secara berlebihan.

Kondisi seperti ini memang harus kita aantisipasi. Keinginan untuk terus makan harus diatur. Tingkatkan konsumsi buah dan sayur2an. Dengan mengosumsi buah dan sayur2an akan membuat  perut kira menjadi cepat kenyang  dan tidak berpikir untuk mengosumsi makanan lain. Selain itu jumlah minum kita juga harus tetap dipertahankan 8-10 gelas perhari. Air juga menambah kapasitas lambung kita. Selain tetap mengosumsi buah dan sayur2an, minum yang cukup, mengunyah yang lama  juga menjadi tips penting untuk mengontrol rasa kenyang kita.

Memang setelah kita berhasil menahan untuk tidak makan dan minum selama Ramadan, kita akan diuji apakah kita bisa menahan diri untuk tidak makan berlebihan ketika semua makan minum dapat kita  konsumsi saat dipagi hari.

Dalam rangka penyesuaian agar  lambung dan organ pencernaan kita tidak kaget saat lebaran, kita disunahkan untuk mengikuti puasa Syawal selama 7 hari. Banyak manfaat yang kita dapat dalam puasa Syawal ini agar kita bisa menahan diri untuk terus makan saat kita tidak berpuasa setelah hampir 1 bulan kita berpuasa Ramadan.

Disisi lain pada  masyarakat kita,  pasca lebaran akan banyak berbagai kegiatan Halal bi Halal yang biasanya juga akan menyajikan makanan2 yang lezat yang umumnya mengandung kalori tinggi serta mengandung kadar kolesterol tinggi serta kadar garam yang tinggi. Oleh karena itu kita tetap konsisten  untuk tidak makan berlebihan.

Akhirnya kita harus selalu ingat jerih payah yang kita lakukan selama Ramadan tetap kita harus pertahankan selama lebaran dan setelah lebaran.

Salam sehat.
Dr.Ari F Syam
Praktisi klinis.

 

Tweet this! StumbleUpon more…

" title="Digg this!"> Digg This! more…

" title="Bookmark on Delicious."> Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious

Siapa saja yang tidak dianjurkan untuk berpuasa Ramadan?

June 10th, 2017 | opini for public | No Comments »

Siapa saja yang tidak dianjurkan untuk berpuasa Ramadan?

 

Perjalanan puasa Ramadhan bagi kaum muslim sudah memasuki pertengahan perjalanan. Ada beberapa pasien yang sudah tumbang dan batal puasa bahkan ada yang sampai dirawat. Ada pasien yang memaksakan diri untuk puasa padahal tidak dinajurkan untuk berpuasa akhirnya mengalami komplikasi dari penyakitnya padahal sudah diingatkan untuk tidak berpuasa. Sebaliknya bagi masyarakat yang tidak masuk kelompok tersebut diperbolehkan untuk berpuasa.

 

Adapun 11 kelompok pasien yang tidak boleh puasa Ramadan adalah:

  1. Pasien dalam perawatan rumah sakit dan dalam keadaan di infus baik infus cairan maupun makanan atau pasien yang sedang mendapat transfusi darah. Pemberian infus makanan dan darah membatalkan puasa.
  2. Seseorang yang sedang dalam infeksi akut misal radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, pneumonia, infeksi saluran kencing dan infeksi lain yang menyebabkan demam tinggi.
  3. Seseorang dengan migren atau vertigo dimana kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika pasien tersebut tidak makan atau minum obat.
  4. Pasien dengan gangguan pernafasan akut seperti asma akut, penyakit paru obstruksi kronis yang berat.
  5. Pasien jantung dengan gagal jantung.
  6. Pasien sakit maag yang sedang dalam keadaan akut misal muntah-muntah hebat dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin.
  7. Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati.
  8. Pasien dengan gangguan liver kronis lanjut misal sirosis hepatis grade B atau C.
  9. Pasien dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau peritoneal dialisis.
  10. Pasien kencing manis dimana gula darahnya belum terkontrol atau kalau pun terkontrol tetapi dengan kebutuhan insulin masih tinggi lebih dari 40 U per hari.
  11. Orang tua usia lanjut dengan menderita pikun (Alzhaimer), dimana sulit mengingat apakah sudah makan atau sudah minum.

Mudah2an dengan informasi ini kita bisa mengingatkan anggota keluarga kita yang masuk pada kelompok yang tidak dianjurkan puasa ini untuk tidak berpuasa. Agar tidak mengalami gangguan kesehatan yang berat. Sebaiknya pada masyarakat yang tidak masuk kelompok tersebut mustinya bisa melaksanakan puasa Ramadan.

Salam sehat,

Dr.Ari F Syam

 

Tweet this! StumbleUpon more…

" title="Digg this!"> Digg This! more…

" title="Bookmark on Delicious."> Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious Bookmark on Delicious