Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Euforia Asian Games menyatukan Komponen Bangsa

Posted by Dr.Ari on 2nd September and posted in opini for public

Hebat, luar biasa prestasi Indonesia pada ajang olah raga Asia pada Asian Games 2018. Sampai saat ini Indonesia sudah meraih emas 31 emas dan memantapkan diri di posisi ke-4. Pencapaian emas yang luar biasa ini menjadi prestasi terbaik Indonesia sepanjang Asian Games dan melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yang hanya menargetkan 16-18 emas. Menjadikan Indonesia sebagai negara dengan prestasi olah raga kita, hanya dibawah 3 macan Asia China, Jepang dan Korea Selatan. Semua orang di berbagai kesempatan selalu membicarakan keberhasilan tim Indonesia ini. Berbagai grup Whatsapp (WA) juga menayangkan berbagai keberhasilan atlit2 Indonesia. Tehnologi industri 4.0 telah membuat sedemikian rupa berbagai produk informasi seputar Asian Games dihasilkan dan semua produk tersebut segera di viralkan sehingga masyarakat yang terlibat dan peduli atas perhelatan akbar Asian Games ini semakin luas.

Boleh dibilang semua orang sedang euforia atas keberhasilan ini. Walau kita juga maklum saudara2 kita di Lombok sedang berjuang untuk bisa bertahan dalam tenda-tenda pengungsian sambil menunggu kembali tinggal di rumah2 mereka, yang sebagian sedang dalam pembersihan dan pembangunan kembali.

Keberhasilan tim Indonesia ini membuat sebagian masyarakat mengalami euforia. Kita semua seperti tidak percaya atas prestasi tim Indonesia ini, termasuk juga tim2 tamu pesaing Indonesia juga mungkin tidak percaya atas keberhasilan Indonesia. Euforia masyarakat juga tergambar dari beramai-ramainya masyarakat memenuhi venue tempat pertandingan berlangsung terutama pada akhir pekan atau hari libur. Mereka rela berkorban untuk mengantri tiket masuk, di pagi hari agar dapat menyaksikan pertandingan pada Asian Games ini. Tetapi memang euforia agak terganggu karena tim sepak bola kita tertahan pada babak 16 besar.

Euforia sendiri dari sudut kesehatan mental merupakan suatu hal yang positif. Euforia merupakan bentuk rasa senang dan orang yang mengalami euforia secara kejiwaan berada dalam keadaan baik. Euforia ini bisa membuat kita lupa sesaat akan berbagai permasalahan yang menekan. Rasa senang akan keberhasilan merupakan faktor kejiwaan yang positif. Rasa euforia inilah yang sering diharapakan para pemakai Narkoba untuk melupakan permasalahan yang dialami pemakai narkoba tersebut. Euforia timbul karena adanya pelepasan hormon endorphin (morfin endogen). Endorphin biasanya dilepaskan saat kita berolahraga, kegembiraan, mengkonsumsi makanan yang pedas, perasaan cinta dan orgasme.

Endorphin akan bekerja seperti opiod yaitu sebagai penghilang rasa sakit dan menimbulkan rasa senang. Makin kita tereksitasi terhadap euophoria ini misal dengan tertawa terbahak-bahak membuat pelepasan endorphin ini semakin banyak.

Euforia yang terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan seseorang menjadi sensitif, hiperaktif dan gelisah. Keberhasilan melihat kesuksesan tim Indonesia yang selalu mendapat medali setiap harinya. Euforia ini bisa menjadi obat buat berbagai kecewaan yang terjadi saat ini pada sebagian masyarakat Indonesia.

Euforia yang sedang terjadi saat ini merupakan bagian dari kerinduan yang sangat akan adanya suatu keberhasilan dan tentu euforia ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bahwa keberhasilan itu bisa terwujud jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kita semua menjadi saksi bahwa olah raga Indonesia telah membuat bangsa ini bersatu dan mempunyai harapan yang sama untuk Indonesia.

Pada salah satu venue bahkan kedua calon Wapres 2019-2014, Presiden Joko Widodo dan Bapak Prabowo Subianto saling berpelukan atas prestasi salah satu atlit pencak silat Indonesia. Kedua tokoh nasional dipersatukan oleh atlit pencak silat Hanifan Yudani Kusumah dibalut bendera merah putih. Tim Pencak silat Indonesia sendiri meraih 14 emas pada Asian Games 2018. Olah raga telah menyatukan seluruh komponen bangsa. Kita tentu berharap kondisi guyub ini terus dipertahankan sampai pemilihan presiden yang damai dan aman. Kedua tokoh bangsa ini sudah mempertontonkan kepada kita ketika disitu ada kepentingan Indonesia kita harus kompak dan bersatu. Perbedangan pandangan politik dan persilihan jika tidak dikelola dengan baik akan berujung pada perpecahan. Harapan kita semuanya tentunya, euforia atas kemenangan di Asian Games 2018, bisa menjadi energi positif bagi bangsa ini untuk melihat kebangkitan bangsa ini dari semua bidang dimasa depan.

 

Hidup Indonesia.

 

Salam sehat,

 

Dr.Ari F Syam

Akedemisi dan Praktisi Kesehatan

Penyakit Akibat Ketiadaan Asisten Rumah Tangga.

Posted by Dr.Ari on 20th June and posted in opini for public

Penyakit Akibat Ketiadaan Asisten Rumah Tangga.

Sampah rumah

Menjelang lebaran dan 1-2 minggu setelah lebaran biasanya pembantu rumah tangga juga ikut pulang kampung sehingga cenderung rumah kurang dibersihkan tidak seperti biasanya. Disisi lain petugas pembuang sampah juga ikut libur sehingga banyak sampah yang bertumpuk dan belum terangkat. Keadaaan ini biasanya menyebabkan  lebih banyak lalat pada sampah yang bertumpuk tersebut, tikus-tikus akan lebih banyak berkeliaran karena begitu banyak sampah yang menumpuk selain itu juga nyamuk akan lebih banyak.

Binatang-binatang yang membawa bibit penyakit ini jika tidak diperhatikan dan tidak dicegah keberadaannya akan membawa dampak juga bagi kesehatan kita. Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus baik yang hanya diare sampai yang berat seperti demam thypoid. Tikus merupakan vector yang penting untuk terjadi penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk  terutama yang berada sekitar rumah tentu akan menjadi sumber penyakit jika nyamuk tersebut merupakan nyamuk aedes aegypti yang membawa   virus DHF. Oleh karena itu tetap harus diperhatikan kebersihan didalam dan sekitar rumah,  hindari air-air tergenang yang potensial tempat hidupnya jentik  nyamuk pembawa virus maut tersebut. Memang saat ini tidak ada hujan tetapi ketika ada genangan air bersih misal dari air buangan AC atau ari dari kulkas atau dispenser jelas menjadi genangan air bersih yang menjadi tempat tumbuh suburnya jentik2 nyamuk aedes aegypti.

Oleh karena itu berbagai penyakit akibat adanya vektor yang tumbuh subur akibat lingkungan yang tidak bersih harus diantisipasi yaitu infeksi usus, demam typhoid, disentri, leptospirosis dan juga demam berdarah atau DHF.

Ketidakadaan pembantu termasuk  liburnya jasa katering umumnya  menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga yang kebetulan tidak pulang kampung. Mereka  cenderung  menyimpan  makanan sebanyak-banyaknya di kulkas. Selain itu juga ada kecenderungan untuk menyimpan makanan di meja makan atau pada suhu kamar dalam waktu yang lama. Sehingga pada saat dikomsumsi selanjutnya,  lupa untuk dipanaskan kembali. Pada saat penyimpanan harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi dengan  bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut. Makanan yang terlalu lama disuhu kamar juga cenderung kontaminasi. Yang menjadi masalah kadang kala tidak semua kuman yang mencemari makanan tersebut menyebabkan perubahan bau dan bentuk dari makanan tersebut. Oleh karena itu proses pemanasa makanan tersebut baik secara langsung atau melalui microwave harus tetap dilakukan pada saat makanan tersebut dikonsumsi kembali. Sehingga kejadian keracunan makanan yang kerap terjadi selama seputar lebaran tidak terjadi.

Ketidak adaan asisten rumah tangga memang akan menjadi masalah tetapi sebagian kita yang memang punya cukup dana akan mengambil pembantu infal yang biayanya juga cukup lumayan. Tetapi justru pada kesempatan seperti ini ibu bisa mengajak semua anggota keluarga untuk bahu membahu membersihkan rumah dan bersama-sama untuk masak agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa terjadi akibat ketidak adaan pembantu ini.

Salam sehat,

 

 

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28