Pengantar

Mata kuliah ‘Manajemen Teknologi dan Inovasi’ (MTI) adalah salah satu mata kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (FEUI). Mata kuliah ini diajarkan bagi mahasiswa S1 yang memilih konsentrasi ‘Manajemen Operasi’ dibawah Departemen Manajemen. Tulisan ringkas ini dibuat dalam rangka memperkenalkan kepada calon mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah Manajemen Teknologi dan Inovasi.

Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu memilih (to choice). Cara menentukan pilihan (choice) berdasarkan biaya kesempatan (opportunity cost, OC) terhadap sumberdaya yang langka (scarcity). Dalam menentukan pilihan, minimal ada dua pilihan dan pilihan didasarkan atas biaya. Misalkan sebuah barang langka alat tulis spidol. Bagaimana anda memilih? Deskripsikan terlebih dahulu pilihan-pilihannya. Untuk mendapatkan sebuah spidol anda harus membayar Rp 5.000. Jika hanya ini persoalannya, maka terdapat dua pilihan, yakni: sebuah spidol dan uang sebanyak Rp.5000. Pilih mana?

Gambar1

Mendapatkan spidol atau tetap mempertahankan uang Rp.5000. Jika anda dapat spidol anda membayar sebanyak Rp.5000. Dalam situasi serupa ini, anda mengorbankan uang sebanyak Rp.5000 sebagai biaya untuk mendapatkan spidol. Dalam situasi lain, bisa kita deskripsikan kembali pilihan-pilihan. Given, uang senilai Rp.5000, anda mau beli spidol atau dua kaleng minuman bersoda. Dalam situasi ini pilihan-pilihan adalah spidol dan dua keleng minuman bersoda. Jika anda ambil spidol maka anda mengorbankan dua kaleng minuman bersoda. Demikian sebaliknya. Bentuk lain untuk memahami pilihan ini secara grafis dapat juga digambarkan sebagai berikut:

image002

Andaikan dalam proses produksi, suatu bisnis ingin memproduksi 1 unit output (spidol) diperlukan dua unit input (bahan). Ini berarti, untuk menghasilkan 1 unit output dikorbankan biaya untuk membeli bahan sebanyak 2 unit. Dalam memahami Manajemen Teknologi dan Inovasi ini, konsep OC ini agan digunakan.

Bisnis

Di FEUI terdapat dua klaster keilmuan yakni ekonomi dan bisnis. Klaster bisnis dibagi ke dalam dua sub klaster yaitu: Manajemen dan Akuntansi. Oleh karena di rumah yang sama (FEUI) setiap mahasiswa mengambil mata kuliah (secara proporsional) ilmu ekonomi, ilmu manajemen dan ilmu akuntansi sesuai dengan program studi yang dipilih (ekonomi, manajemen dan akuntansi). Oleh karenanya setiap mahasiswa ekonomi harus memahami konteks bisnis (manajemen dan akuntansi). Demikian juga setiap mahasiswa manajemen harus memahami konteks ekonomi dan akuntansi. Demikian juga mahasiswa akuntasi harus memahami konteks ekonomi dan manajemen.

Ringkasnya: Jika ekonomi terkait dengan metode memilih, maka bisnis terkait dengan mengelola kegiatan usaha. Dalam mengelola (to manage) kegiatan usaha (bisnis) ini pengetahuan/pemahaman ekonomi digunakan (scarcity, opportunity cost dan choice).

Suatu bisnis adalah suatu kegiatan usaha yang menghasilkan profit. Nilai profit merupakan selisih antara penerimaan atas penjualan ouput (revenue) dan pengeluaran atas pembelian input (cost). Ini berarti bisnis dapat direpresentasikan sebagai sebuah perusahaan (firm). Dalam hal ini firm adalah asal (domain) dan profit sebagai tujuan. Bagaimana cara perusahaan mencapai tujuan (profit) sangat tergantung cara atau metode yang dilakukan. Suatu usaha/bisnis dikelola sekurang-kurangnya dengan tiga cara: finance, operation dan marketing.

image001

Manajemen

Suatu bisnis yang bertujuan untuk menghasilkan profit dapat dikelola dengan prinsip memaksimumkan revenue dan meminimalkan cost. Tujuan revenue ini diperankan oleh fungsi marketing dan tujuan cost diperankan oleh fungsi operation. Terbentuknya profit yang diinginkan menjadi fungsi finance yang berperan ganda (pembiayaan dan menghasilkan return). Dalam tata kelola (manajemen) bisnis yang efisien dan efektif tiga fungsi ini harus dikoordinasikan secara cross function.

Manajemen adalah suatu sistem tata kelola yang mencakup tiga fungsi yakni perencanaan (planning); implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Tiga fungsi ini haruslah dilihat sebagai suatu tahapan yang bersifat siklus dan suatu level strategis. Sebagai sebuah tahapan, bisnis haruslah direncanakan lebih dahulu dan kemudian dilaksanakan. Terhadap apa yang telah dilaksanakan selanjutnya dievaluasi apakah sesuai dengan yang direncanakan. Sebagai sebuah level strategis mencerminkan kombinasi cara berpikir abtraksi (keputusan strategis) antara perencanaan dan evaluasi dan cara berpikir teknis (tindakan operasional) pada level implementasi.

image001

Manajemen Operasi

Pada dasarnya tujuan utama manajemen operasi adalah mengelola cost. Namun dalam perkembangannya tidaklah terbatas pada cost, tetapi juga bertujuan untuk mengelola kualitas, fleksibilitas dan delivery. Antara cost dan kualitas dapat terjadi relasi yang bersifat negative (trade-off) atau positive. Dikatakan bersifat negative jika kualitas ditingkatkan maka cost akan meningkat. Hal ini tidak menjadi persoalan jika tambahan cost yang ada diimbangi dengan tambahan revenue yang relative lebih besar sehubungan dengan peningkatan kualitas. Dalam ilmu manajemen operasi, cara atau metode untuk mencapai tujuan cost, kualitas, fleksibilitas dan delivery dapat dilakukan dengan mengelola sejumlah aspek (fungsi). Berbagai aspek operasi tersebut adalah Proses (mencakup teknologi dan kapasitas); Lokasi (manajemen proyek dan layout); Inventori (perencanaan agregat dan supply chain); dan Kualitas (maintainance dan sistem informasi).

image001

Manajemen Teknologi dan Inovasi

Manajemen Teknologi dan Inovasi sebagai sebuah matakuliah di konsentrasi Manajemen Operasi di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, maka pendekatan konten mata kuliah ini sudah barang tentu harus sesuai dengan kebutuhan dan jenis kompetensi mahasiswa sebagai mahasiswa bisnis. Dalam hal ini penekanan konten focus pada tata kelola fungsi operasi dalam bisnis. Ini berarti di dalam fungsi operasi pengelolaan proses pada tingkat kapasitas/teknologi tertentu diperdalam (advanced) melalui matakuliah Manajemen Teknologi dan Inovasi.

Manajemen Teknologi dan Inovasi dalam hal ini dilihat sebagai Manajemen ‘Teknologi dan Inovasi’ (bukan: ‘Manajemen Teknologi’ dan ‘Manajemen Inovasi’ yang dipisahkan. Manajemen ‘Teknologi dan Inovasi’ menganggap ‘Teknologi dan Inovasi’ sebagai satu kesatuan yang mana domainnya teknologi dan pengelolaannya focus pada inovasi. Ini berarti ‘Teknologi’ sebagai syarat perlu dan ‘Inovasi’ sebagai syarat cukup.

Teknologi

Teknologi adalah art and science (industrial arts, applied science, engineering). Dalam matakuliah ini ruang lingkup teknologi mengikuti proses produksi (barang dan jasa). Fungsi produksi adalah fungsi yang bertujuan menghasilkan output (barang dan jasa) pada basis penggunaan input (material/barang). Oleh karena itu, ruang lingkup ‘teknologi’ dalam matakuliah Manajemen ‘Teknologi dan Inovasi’ adalah output (barang), proses (menghasilkan barang atau jasa), input (material) yang digunakan (dalam proses) dan pasar (marketplace, position).

image001

Inovasi

Pada basis teknologi tertentu, inovasi dimaksudkan untuk merealisasikan potensi untuk mengubah ‘game’ bisnis dengan tujuan competitive advantage (menjadi leader, bukan follower). Ini berarti inovasi adalah mengubah apa yang seharusnya akan kita laksanakan dengan apa yang dilaksanakan (existing) secara rutin sekarang. Untuk memahami pengertian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

image001

Gap antara kondisi apa adanya (existing) dengan apa yang kita pikirkan adalah ruang inovasi yang terbuka untuk kita realisasikan. Jika ada pesaing, ketika teknologi kita kurang lebih sama dengan yang lain, mengelola inovasi adalah cara kita keluar dari permasalahan (problem). Jika tidak ada pesaing, inovasi akan membuat jarak dengan yang lainnya (barrier to entry).

Framework Manajemen ‘Teknologi dan Inovasi’

Tujuan matakuliah Manajemen ‘Teknologi dan Inovasi’ adalah competitive advantage. Yang dimaksud competitive advantage adalah mengacu pada tujuan Manajemen Operasi, yakni: cost, quality, flexibility dan delivery. Dengan demikian, competitive advantage merujuk pada keunggulan teknologi yag memberi kontribusi terhadap cost, quality, flexibility dan delivery.

image001

Sementara, yang menjadi domain (asal atau origin) kondisi teknologi existing yang terkandung dalam ruang lingkup teknologi (input, proses, output dan pasar). Bagaimana cara mencapai tujuan pada basis teknologi existing dapat dilakukan dengan tahapan cara inovasi sebagai berikut: Scanning/Searching; Selecting; Implementing; dan Capturing. [Disusun Oleh: Ir. Akhir Matua Harahap, ME, Staf Pengajar Departemen Manajemen FEUI].