Pangkal dari sistem ekonomi adalah orang (penduduk/rakyat) dan ujung dari sistem ekonomi adalah welfare. Dalam sebuah negara, pemerintah (eksekutif dan legislative) berperan sebagai regulator yang harus mampu menciptakan welfare melalui fungsi resources (labor, aset, bisnis dan uang). Masing-masing shareholder ekonomi ini akan mendapatkan welfarenya. Rumahtangga yang menyediakan labor menerima upah/gaji, pemilik aset menerima nilai sewa, pebisnis (enterprenuer) menerima profit dan pemegang uang (investor/kreditor) menerima return/interest. Selanjutnya, pemerintah (regulator) akan memungut pajak (tax) dari para kontributor utama ekonomi (labor, owner, businessman, dan investor) dan juga mengutip retribusi dari pengguna fasilitas yang disediakan pemerintah sebagai barang publik. Pajak dan retribusi ini akan digunakan secara efektif untuk membiayai negara (sebagai sebuah organisasi pemerintahan). Hasil-hasil pajak dan retribusi seharusnya dimanfaatkan secara selektif untuk memperbesar ekonomi negara yang pada gilirannya akan memperbesar welfare. Upaya memperbesar welfare pelaku ekonomi sebuh negara adalah kata lain untuk meningkatkan welfare masyarakat (rakyat/penduduk) itu sendiri. Oleh karenanya, tidak ada tempat bagi koruptor dalam sebuah negara. Mari kita berantas korupsi!

Piramida Welfare: Wage, Rent, Profit, Return