UI: Rute Salemba-Depok Tempo Doeloe

Ini adalah sketsa rute Salemba-Depok di masa lalu. Dari Salemba melewati jalan Tambak ke Manggarai. Kemudian dari Manggarai lewat Jalan Saharjo sekarang terus ke Pasar Minggu melewati Jalan Pasar Minggu sekarang.  Di Pasar Minggu, posisi jalan raya menuju Depok berada di sebelah barat stasiun Pasar Minggu (parallel). Ini artinya jalan raya berada di sisi kanan stasiun.  Kemudian tidak jauh dari stasiun jalan menuju Depok jalan raya memotong rel ke kiri lalu melewati perkampungan (jalan yang sekarang ada SMP, dulu jalur pintas sisi rel belum ada). Jalan ini akan melewati Poltangan dan selanjutnya jalan melewati perkampungan (yang sekarang ada SPBU. Jalan ini selanjutnya akan  mengarah ke sisi rel, lalu memotong rel (sekarang berada di bawah Flyover Tanjung Barat). Pada posisi ini jalan raya sekarang di sebelah kanan rel. Jalan ini kemudian lurus dan melewati perkampungan di Kebagusan. Artinya jalan raya pada masa ini melewati SPBU dan Kantor PDIP  (melawan arus). Selanjutnya setelah melewati simpang Jalan Joe yang sekarang akan ketemu kembali rel (kira-kira di depan ISIP yang sekarang). Di Depan ISIP ini jalan memotong rel (perlintasan ini masih ada sekarang). Pada posisi ini jalan raya berada di sisi kiri rel dan lalu menuju halte  Lenteng Agoeng.

image001

1. Perlintasan kereta di depan Universitas Pancasila sekaranfg
2. Perlintasan kereta di bawah flyover UI sekarang

Selanjutnya setelah halte Lenteng Agung jalan mengarah ke perkampungan (sekarang tangsi tentara) lalu jalan menuju arah rel dan kemudian jalan memotong rel ke kanan (perlintasan ini masih ada sekarang) lalu menuju ke arah kanan (perkampungan). Setelah perkampungan ini jalan melewati sisi kanan rel di bawah lalu naik ke atas melewati kuburan sampai akhirnya ketemu halte UI yang sekarang. Selanjutnya setelah halte UI ini jalan akan memotong rel lagi ke kiri rel (persis dibawah flyover UI yang sekarang). Kemudian jalan mengikuti jalan Margonda yang sekarang.

Sumber:

Rute Jalan Raya Sepanjang Rel Kereta Api dari Pasar Minggu Menuju Citayam Via Lenteng Agung dan Depok ‘Tempo Doeloe’ di link ini:

http://poestahadepok.blogspot.com/2013/07/rute-jalan-raya-sepanjang-rel-kereta.html

Perseroan Terbatas vs Koperasi

Federasi sepakbola sedunia (FIFA) telah merilis aturan baru tentang lisensi klub profesional yang tertuang dalam FIFA Club Licensing Regulations. Aturan baru yang diterbitkan pada 2007 telah diratifikasi oleh semua konfederasi, termasuk AFC yang selanjutnya diteruskan ke masing-masing asosiasi termasuk PSSI. Sebagai tindak lanjut salah satu aspek dalam aturan baru ini, yakni legalitas dimana salah satu criteria yang harus dipenuhi klub bahwa setiap klub klub sepak bola memiliki badan hukum. Aturan legalitas ini dianggap sebagai cara untuk menjaga adanya integritas setiap klub dalam mengikuti kompetisi. Secara umum, persyaratan berbadan hukum tersebut dimaksudkan agar aspek finansial dan bisnis memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi. Sedangkan tujuan pembentukan klub berbadan hukum adalah untuk mendeteksi krisis keuangan potensial sedini mungkin dan menghindari krisis manajemen dari kebangkrutan (bubar).

Read the rest of this entry »

Manajemen Teknologi dan Inovasi (MGMT 15069)

Pengantar

Mata kuliah ‘Manajemen Teknologi dan Inovasi’ (MTI) adalah salah satu mata kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (FEUI). Mata kuliah ini diajarkan bagi mahasiswa S1 yang memilih konsentrasi ‘Manajemen Operasi’ dibawah Departemen Manajemen. Tulisan ringkas ini dibuat dalam rangka memperkenalkan kepada calon mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah Manajemen Teknologi dan Inovasi.

Read the rest of this entry »

Fatin Shidqia, pelajar SMA berjilbab berusia 16 tahun yang memiliki suara merdu tidak hanya membuat para juri X Factor Indonesia suka dengan suaranya, tetapi juga penampilan Fatin yang ditayangkan stasiun televisi RCTI Jumat lalu (18/1) juga telah diunggah di situs resmi Bruno Mars dengan judul: “Fatin Shidqia Lubis – Grenade: X Factor Indonesia Auditions”.  Video yang dipublikasikan pada 24 Januari 2013 di http://www.brunomars.com, juga mengundang komentar dari sejumlah penggemar Bruno Mars. Ini adalah suatu anomali dalam situs musik Amerika Serikat. Lantas apakah ini juga menjadi pertanda awal di tahun 2013 bahwa dunia internasional telah melirik penyanyi berbakat dari Indonesia?  Lihat penampilan Fatin di alamat ini:

http://www.brunomars.com/video/fatin-shidqia-lubis-grenade-x-factor-indonesia-auditions-2161511?page=4

http://www.youtube.com/watch?v=Y3wV-dwJp-4

http://www.youtube.com/watch?v=aenbm0m5XdI

Tahun ini adalah puncak tertinggi prestasi sinemas Indonesia di dunia internasional. Film laga ‘asli Indonesia” yang memamerkan keindahan pencak silat warisan nusantara yang berjudul The Raid: Redemption telah membuka mata dunia terhadap film Indonesia.  Film yang diproduksi tahun 2011 ini telah mendapat apresiasi tinggi di Festival Toronto dan kemudian produk anak bangsa ini hak edar dan distribusinya  ‘dibeli’ oleh Sony Picture Hollywood. Film yang luar biasa ini telah menjadi box-office  di manca negara termasuk di pusat perfilman dunia di Hollywood.  Film ini telah mendapat perhatian masyarakat internasional dan menuai pujian.  Berbagai pihak telah mengulas (review) dengan manis film ini. Ulasan terhadap film The Raid ini tidak kurang dari 100 review yang diupload di youtube. Berikut adalah beberapa judul review yang sempat saya perhatikan. Selamat Tahun Baru 2013.

http://id.omg.yahoo.com/news/raid-masuk-5-besar-film-terbaik-dunia-2012-153725146.html

Review:

Papa Kenn Reviews: “THE RAID: REDEMPTION” 5,639

http://www.youtube.com/watch?v=b2YykV0gaSw

 

Film Review: The Raid & First Night 22-3-12 Radio Wammo Show

http://www.youtube.com/watch?v=btvGf_xfwdg

 

The Raid: Redemption Movie Review 11,193

http://www.youtube.com/watch?v=2H3oD3aX8R0

 

Battleship Pretension – The Raid Redemption & Ultraviolent Movies (w/Susan Burke)

http://www.youtube.com/watch?v=LwXgVKclRhY

Read the rest of this entry »

Warna Warni Ekonomi Sepakbola

Sepakbola telah mendunia. Dunia sepakbola tidak hanya sebatas ruang stadion. Secara teknik, dunia sepakbola tidak lagi sekadar ‘game’, tetapi secara ekonomik, dunia sepakbola sudah menjadi bagian dari ekonomi dunia. Karena itu, sepakbola tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga sungguh menjanjikan untuk meningkatkan welfare. Inilah alasannya:

  • Ketika pemain sepakbola menjadikan kegiatan sepakbola menjadi pekerjaan utamanya dan mengharapkan manfaat daripadanya berupa upah (wage);
  • Ketika klub dikelola secara bisnis dan mengharapkan keuntungan (profit);
  • Ketika investor menanamkan dananya di dalam membiayai klub dan mengharapkan imbal balik yang jelas berupa return; serta
  • Ketika pemerintah (pusat dan daerah) mendapatkan manfaat langsung atau tidak langsung dari pemangku kepentingan sepakbola (stakeholder) berupa pajak-pajak atau retribusi dan lapangan kerja baru,

maka kegiatan sepakbola itu sudah melakukan transformasi sendiri menjadi industri sepakbola. Selanjutnya,

  • Ketika hak siar diperebutkan dan dilelang berdasarkan nilai penawaran tertinggi oleh berbagai broadcast (tv, radio dan lainnya);
  • Ketika sponsor dan pemasang iklan bersedia membayar;
  • Ketika masyarakat mulai aktif menonton sepakbola di televisi atau langsung di stadion,

maka industri sepakbola akan dimungkinkan cepat tumbuh dan berkembang. Berikutnya,

  • Ketika infrastruktur sepakbola mulai diminati investor;
  • Ketika klub-klub semakin mampu membangun stadion sendiri;
  • Ketika unit-unit bisnis jasa penunjang sepakbola, seperti agen dan sekolah atu akademi sepakbola semakin profesional, serta
  • Ketika kegiatan usaha pembuatan peralatan/perlengkapan sepakbola dan lain sebagainya telah tumbuh dan berkembang,

maka industri sepakbola semakin diakui dan berpotensi untuk memberikan kontribusi (share) yang signifikan dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah).

  • Inilah substansi dari ekonomi sepakbola, sebagai sebuah sektor baru dalam perekonomian nasional Indonesia.Sumber: http://akhirmh.blogdetik.com/

Pangkal dari sistem ekonomi adalah orang (penduduk/rakyat) dan ujung dari sistem ekonomi adalah welfare. Dalam sebuah negara, pemerintah (eksekutif dan legislative) berperan sebagai regulator yang harus mampu menciptakan welfare melalui fungsi resources (labor, aset, bisnis dan uang). Masing-masing shareholder ekonomi ini akan mendapatkan welfarenya. Rumahtangga yang menyediakan labor menerima upah/gaji, pemilik aset menerima nilai sewa, pebisnis (enterprenuer) menerima profit dan pemegang uang (investor/kreditor) menerima return/interest. Selanjutnya, pemerintah (regulator) akan memungut pajak (tax) dari para kontributor utama ekonomi (labor, owner, businessman, dan investor) dan juga mengutip retribusi dari pengguna fasilitas yang disediakan pemerintah sebagai barang publik. Pajak dan retribusi ini akan digunakan secara efektif untuk membiayai negara (sebagai sebuah organisasi pemerintahan). Hasil-hasil pajak dan retribusi seharusnya dimanfaatkan secara selektif untuk memperbesar ekonomi negara yang pada gilirannya akan memperbesar welfare. Upaya memperbesar welfare pelaku ekonomi sebuh negara adalah kata lain untuk meningkatkan welfare masyarakat (rakyat/penduduk) itu sendiri. Oleh karenanya, tidak ada tempat bagi koruptor dalam sebuah negara. Mari kita berantas korupsi!

Piramida Welfare: Wage, Rent, Profit, Return

Penduduk Provinsi DKI Jakarta berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 adalah sebanyak 9.607.787 jiwa. Lulusan perguruan tinggi di Provinsi DKI Jakarta terdapat sebanyak 13.54 persen. Angka ini terbilang relatif tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Persentase lulusan perguruan tinggi tertinggi menurut etnik di Provinsi DKI Jakarta adalah etnik Bali.

Read the rest of this entry »

Warna warni Indonesia itu indah–suatu kesatuan (NKRI) yang terdiri dari banyak pulau, banyak suku bangsa (etnik) dan banyak bahasa. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, pada tahun 2004 terdapat sebanyak 7.870 pulau yang sudah memiliki nama dan  sebanyak  9.634 pulau belum ada namanya. Dari 17.504 pulau hanya sebanyak 6.000an yang sudah berpenghuni. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2010 adalah sebanyak 237.556.363 jiwa yang terdiri dari 964 etnik. Warna-warna Indonesia itu semakin terasa jika kita memperhatikan keragaman etnik itu tidak hanya mencerminkan warna warni nusantara, tetapi juga warna warni etnik di ibukota negara (Provinsi DKI Jakarta) dan tentu saja di Kota Depok.

Read the rest of this entry »

Oleh Akhir Matua Harahap

(Penulis adalah peneliti di Lembaga Demografi dan pengajar di Departemen Manajemen FEUI, Depok)

 

Pada dasarnya metode jajak pendapat dan metode quick count adalah sama yakni sama-sama  menggunakan metode survei. Metode survei yang juga disebut metode sampel adalah suatu metode untuk maksud mengestimasi populasi berdasarkan sebagian dari populasi (sampel). Namun demikian, sekalipun  jajak pendapat dan quick count memiliki metode yang sama tetapi konteksnya berbeda. Perbedaan konteks ini menyebabkan antara hasil jajak pendapat dan hasil quick count tidak bisa langsung diperbandingkan. Yang bisa diperbandingkan adalah antara hasil jajak pendapat dengan hasil pencatatan KPU di satu pihak dan hasil quick count dengan hasil pencatatan KPU di pihak lain.

 

Pada jajak pendapat, unit analisisnya adalah individu yang memiliki hak pilih (warga negara berdasarkan umur), sedangkan pada quick count unit analisisnya adalah TPS (tempat pemungutan suara). Demikian juga variabel yang digunakan antara jajak pendapat dan quick count berbeda. Pada jajak pendapat variabelnya adalah ‘pilihan terhadap bakal/calon’, sedangkan pada quick count variabelnya adalah ‘jumlah perolehan suara kandidat’. Namun demikian, sekalipun unit analisis dan variabel yang digunakan berbeda antara jajak pendapat dan quick count tetapi keduanya sama-sama dimaksudkan untuk mengestimasi populasi yang dalam hal ini hasil pencatatan lengkap yang dilakukan oleh KPU (hasil pemilukada yang sudah disahkan).

Read the rest of this entry »

Calendar

November 2017
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Visitor

9135

All Blogs