Kisah Bakso, Bakwan, Bakcang dan Bakpia

Bakcang terbuat dari ketan berisi irisan daging bercitarasa manis. (Foto oleh Agni Malagina)

Bakcang terbuat dari ketan berisi irisan daging bercitarasa manis. (Foto oleh Agni Malagina)

 

Saya yakin bahwa sebagian besar pembaca akrab dengan beragam jenis kuliner yang bernama bakso, bakmi, bakpao, bakpia, bakwan, dan ba(k)cang. Tentu di antara Anda ada yang mengetahui asal kata jenis menu tersebut, namun mungkin juga ada di antara Anda yang belum mengetahuinya.

 

Mungkin tak banyak dari kita yang menyadari bahwa jenis makanan yang memiliki kata ‘bak’ didepannya merupakan kuliner khas Tionghoa. Mari kita mulai dari kata ‘bak’ yang berarti daging. ‘Bak’ berasal dari kata 肉 rou (Bahasa Mandarin) yang disebut ‘bak’ dalam Bahasa Hokkian. Pada masa lampau jenis daging yang digunakan adalah daging babi yang juga dikenal daging B-2, 猪肉 zhurou ‘tibak’ (Hokkian). Namun olahan makanan daging yang berawal dengan kata ‘bak’ dewasa ini banyak yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesian akan masakan halal.

 

Dimulai dari Bakso, kuliner jenis ini adalah daging halus yang dicampur bumbu dan tepung tapioka, dibentuk bulat-bulat dan direbus. Bakso banyak dijadikan pelengkap hidangan seperti menu mi (sejarah mi lihat http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/05/perjalanan-mi-dari-tiongkok-sampai-nusantara) bakso, capcay, dan sebagainya. Jika kita tilik ‘bakso’ berasal dari dua karakter 肉酥 rousu, ‘bakso’ dalam Bahasa Hokkian. ‘So’ dalam beberapa referensi kamus berarti makanan yang terdiri dari campuran tepung, bumbu dan minyak, dapat juga berarti makanan remah dan tidak padat. Demikian pula dengan kata ‘bakmi’. Bakmi berasal dari kata 肉面 roumian, ‘bakmi’ – hidangan mi dengan tambahan daging.

 

Bakwan rupanya juga merupakan kuliner yang asal katanya berasal dari koleksi kata Bahasa Hokkian. ‘Bakwan’ berasal dari kata 肉丸 rouwan. ‘Wan’ artinya bulat kecil, sehingga bakwan merupakan makanan daging bulat kecil, saat ini bakwan merupakan campuran sayur, terigu, bumbu digoreng dan diberi variasi udang sebagai topping-nya. Tampaknya telah terjadi pergeseran makna akibat perubahan jaman. Tak hanya bakwan, bakpia pun telah bermetamorfosa. Bakpia pada awalnya merupakan pia dengan isi daging, namun saat ini bakpia yang kita kenal lebih banyak berisi kacang hijau atau kacang merah. Bahkan di daerah sentra bakpia Jogjakarta, bakpia memiliki isian aneka rasa. Bakpia berasal dari kata 肉瓶 rouping, ‘bakpia’. ‘Pia’ merupakan jenis makanan terbuat dari tepung biasanya disebut biskuit, namun ada juga referensi kamus yang menyebutkan ‘pia’ merupakan makanan dari tepung berbentuk pipih bulat dipanggang atau dikukus.

 

Bakpao, makanan serupa roti putih terbuat dari tepung tangmian, diisi daging atau unti kacang hijau merupakan penganan khas masyarakat Tionghoa. Bakpao berasal dari kata 肉包 roubao (bakpao), ‘bak’ daging dan ‘pao’ bungkus – daging yang dibungkus (adonan tepung). Jenis kuliner populer yang menggunakan kata ‘bak’ yang juga terkenal adalah ba(k)cang. Ba(k)cang terkenal menjadi penganan wajib pada perayaan Pehcun – Perahu Naga (lihat http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/06/merayakan-pehcun-bersama-warga-cina-benteng). Ba(k)cang berasal dari kata 肉粽 rouzong, ‘bakcang’. ‘Cang’ merupakan ketan dibungkus daun bambu, berbentuk kerucut dan direbus. Maka ‘Ba(k)cang’ adalah jenis kuliner ketan berisi daging dibungkus daun bambu.

 

Ragam kuliner yang disebutkan di atas merupakan kuliner khas Tionghoa yang dikenalkan oleh masyarakat Tionghoa Indonesia. Dalam perjalanannya, jenis-jenis makanan tersebut dimodifikasi untuk memenuhi selera pasar. Pencipta kreasi dan penjual jenis kuliner seperti bakso, bakpao, bakpia pun berasal dari beragam etnis. Kuliner khas tradisional Tionghoa ini telah menjadi bagian dari khasanah kuliner Indonesia. Penggunaan bahan lokal, tehnik pengolahan dan pembuatan yang mudah, rasa asimilasi yang mewah pun merupakan nilai tambah dari jenis kuliner ini. Anda jangan khawatir untuk menikmati hidangan yang berawal dengan kata ‘bak’ karena sajian ini sudah diolah dengan aneka bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Selamat menikmati!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *