Di balik layar lahirnya motto UI Veritas Probitas Iustitia

seperempat akhir tahun 2009,

 

Ketika itu, Rektor UI menginginkan tim buku UI menulis sejarah panjang cikal bakal UI.

Prof.Somadikarta dan Prof.Firman Lubis menjadi sesepuh…saya membantu saja, membantu Bapak Priyanto Wibowo, Ibu Titi, dan Mas Kresno. Banyak hal yang saya dapat dari tim Buku UI. Pengetahuan, jelas. Pemasukan, ya tentu. Kekritasan…ini yang baru saja saya dapatkan sepanjang hidup saya yang selalu dilingkupi kata NRIMO dan dininabobokan dalam SEJARAH NRIMO. Prof.Soma berkata,”kamu jangan pernah takut kalau benar. Setiap melakukan sesuatu kita harus berprinsip HEAR-INVESTIGATE-SAY, jangan HEAR-SAY saja.” Kemudian, sampai suatu saat, tim Buku UI, dikomandoi Prof.Somadikarta memperlihatkan bahwa banyak universitas di dunia memiliki motto. Sejumlah universitas tua mempunyai motto dalam bahasa latin. Akhirnya Prof. Soma dan Prof.Firman mencetuskan kata kebenaran kejujuran dan keadilan. Sampailah kemudian, beliau berdua berkata, “ayo coba cari bahasa Latinnya.” Alhasil, karena saat itu saya juga bekerja di Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi di bawah asuhan Prof.Hermina Sutami dan Prof.Harimurti Kridalaksana, saya menjadi seksi sibuk UI (udar ider-ke sana ke mari) untuk mencari kata latin.

 

Di sebuah hari dekat bulan November, saya menuju ruangan yang saya klaim sebagai kantor saya. Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi, tempat penyimpanan penelitian KATA terbanyak di UI menjadi tujuan saya. Sayang, saya tidak membawa kunci. Saya pun terhenyak, karena Prof.Hermin pun tidak berada di dalam ruangan. Pintu terkunci. Dalam kelemasan yang saya alami, tiba-tiba saya melihat sekelebat lampu dari ujung mata. Ahaaa….ruang Centre for Chinese Studies terang. Pintu pun sedikit terbuka. Saya pun bisa melihat Romo Wibowo (almarhum)¬† di dalam sedang membaca namun segera melambaikan tangannya ketika mendongak dan melihat saya. Saya pun nekat mendatangi beliau.

 

Saya menuju ruangan itu dan langsung bertanya (tanpa ketuk-ketuk pintu), “Romo, latinnya kebenaran kejujuran dan keadilan apa ya?”.

Romo menjawab,”ngapain kamu tanya-tanya latin?”.

Saya menjawab seserius mungkin,”ada bisnis niy Romo.”

Romo bertanya,”bisnis apa yang pake latin?… kamu mau buka toko roti? Seperti toko roti probitas yang ada di Solo?”

Saya tidak dapat menyembunyikan keanehan yang saya dengar dan mengernyitkan kening. Saya rasa baru mendengar ada nama toko seperti itu.

“Agi disuru nyari di kamus latin, tapi kamus latinnya ada di Lab Leksiko, terus agi ndak bawa kunci lab, Romo. Kebetulan kantor Romo nyala lampunya, ya saya mampir.”

Romo tertawa,”kok terus belok ke sini?”

Saya menjawab,”kan Romo pernah di kirim ke Vatikan, pasti tau dong.”

Romo langsung jawab: VERITAS PROBITAS IUSTITIA. Dan dia ketawa lagi…”kalau tokomu pake 3 kata itu, orang bingung, ndak akan ingat¬† namanya.”

Saya menjawab sekenanya,”itu buat motto UI Romo, agi disuruh sama pak Soma. Terima kasih ya Romo, agi jalan lagi ke rektorat.dadah Romo.”

Romo Wibowo hanya berkata,”itu buku yang dicopy cepat dikembalikan.” Saya pun mengambil langkah seribu, ngeloyor pura-pura tidak mendengar, sambil melambaikan tangan.

 

Tak disangka, ternyata begitu keluar ruangan CCS, ternyata Prof.Kridalaksana sudah berada di dalam. Maka, sekali lagi, saya berusaha mencari alternatif jawaban yang lain. Dengan sigap, Prof.Harimurti berkata, VERITAS PROBITAS IUSTITIA. Tanpa melihat kamus! Beliau bertanya,”untuk apa?” Saya menjawab,”untuk dijadikan motto UI, Bapak.”

Kemudian beliau meminta saya membuka kamus bahasa Latin dan mengecek artinya. Benar adanya..cocok dengan permintaan Prof.Somadikarta.

Segeralah saya mengucapkan terima kasih dan mohon ijin bergerak menuju kantor tim buku UI. Hari itu…motto UI lahir…

 

Terima kasih Prof.Harimurti Kridalaksana dan Romo I.Wibowo, juga kepada TIM BUKU UI yang mengajarkan saya banyak hal!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *