Spanish Romance: menjelang dingin yang terdingin

Suatu ketika,

Seseorang sedang sendiri dan mendengarkan lagu Spanish Romance

Dia berkata, lagi-lagi aku terjebak dalam mesin ruang waktu yang mengantarku pada gelap senja. Tak lagi mampu aku melihat bayang semu rona wajahnya

Dia yang di sana tak dapat kusentuh dalam seperempat waktuku yang tersisa

Rasanya, ada yang tertinggal di belakang sana dan membuatku tak pernah bisa melupakan dia

Dan rasanya ada sedasa jengkal yang hilang bersama gempar murka dan duka

Dia di sana dan aku di sini berkata bersama memaknai dusta dalam mesin waktu yang berbeda

Dia di sana dan aku di sini pun bergumam bersama melampai lampu-lampu kota dan suara Nat King Cole yang bersecanda dengan dingin

Aku sendiri tak bisa mencandai seseorang yang sedang terperangkap oleh ruang waktunya sendiri di sana

Aku ingin pulang, kataku, katanya juga

Walaupun aku tau…pulang tak harus menetap…pulang pun bisa hanya dengan menatap.

Tapi akankah aku berkuasa atas keinginanku sendiri?

Aku hanya ingin pulang

Dan sejatinya…hanya dengan pulang aku akan berserah dalam ruang waktuku sendiri….bukan ruang waktunya….

 

freiburg, 10 Desember 2009

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *