Mainan, permainan, dan bermain!

Manusia mahluk bermain “Homo Ludens”
digagas oleh Johan Huizinga (Belanda)
pada tahun 1938.

Perbincangan dengan Zaini Alif tentang
mainan dan permainan anak tradisional
merupakan hal yang sangat berharga.
Mainan, permainan dan bermain adalah
hal yang sangat dekat dengan kehidupan
sehari-hari. Bahkan mungkin bisa jadi
bahwa mainan dan permainan adalah
bagian dari hidup kita yang tidak
dapat lepas. Zaini berpendapat bahwa
manusia dalam hal apapun selalu
bermain. Aturan-aturan dan hukuman
yang ada dalam kehidupan sama seperti
aturan-aturan dalam permainan. Manusia
selalu bermain dalam hidupnya. Mungkin
ini berhubungan dengan kata-kata
bermain cinta, bermain api, bermain
politik, bermain bola, bermain air,
bermain kata-kata, bermain perasaan,
bermain dengan alam, bermain dengan
maut dan sebagainya.
Semua yang ada dalam hidup kita adalah
permainan….is that so?
Saat orang dewasa melihat anak-anak
bermain…apa pendapatnya? Apakah kita
(orang dewasa) melihat anak-anak itu
bermain dan tidak serius dalam
hidupnya?
Bukan…justru saat bermain itulah
seorang anak sedang serius dengan
hidupnya.
Adakah kita tahu bahwa anak-anak bisa
bermain sampai lupa waktu? Sama
seperti orang dewasa yang bekerja
sampai lupa waktu? Workaholic….
Anak-anak bisa menjadi playaholic…
Bisakah kita bayangkan…dalam dunia
orang dewasa ketika penat dengan kerja
selama 5 hari penuh kemudian mendapat
libur? Senangnya bisa istirahat…
Tapi bisakan dibayangkan dalam dunia
anak ada libur bermain?
Tidak…tidak….dalam bermain tidak
ada hari libur.
Manakah yang lebih serius? Kerja atau
bermain?
Ketika kita orang dewasa bekerja, dan
dipanggil untuk istirahat, maka pada
umumnya kita akan segera memenuhi
panggilan istirahat tersebut.
Coba lihat anak-anak….ketika sedang
bemain, dipanggil untuk makan, kita
paksa berhenti bermain…dia akan
menangis sejadi-jadinya..
Ketika dia sedang serius dengan
bermainnya…maka dia tidak ingin
diganggu…
Anak sangat serius ketika sedang
bermain.
Hebat…dalam bermain ada keseriusan
kerja yang luar biasa
Dalam bekerja ada keseriusan bermain!
Tengoklah semacam politisi. Serius
dalam bermain politik. Serius dalam
kancah permainan politik. Seorang
politisi akan serius mempermainkan
strategi agar posisinya sebagai
politisi tetap dalam ’orbitnya’.
Begitu pula dengan pengacara, serius
bermain dengan kata-kata untuk membela
kliennya. Atau seorang guru yang
bermain-main dengan bahan ajarnya
supaya anak didiknya dapat
mengeksploitasi kemampuan dirinya
sendiri untuk mengolah informasi yang
diberikan oleh gurunya.
Permainan…bermain…mainan.
Pemerintah bermain-main dengan
kebijakan yang dibuatnya,
mempermainkan rakyatnya sebagaimana
sebuah mainan yang dilempar-lempar
dalam kancah permainan politik dan
kekuasaan. Semuanya adalah mainan,
pemainan dan bermain.

”honey…please…dont play with
me…coz i love you so much!”

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *