hear – investigate – say

Hari ini jam 12.30 gw pulang dari perpus pusat UI sambil terngiang-ngiang kata-kata sakti Prof. Somadikarta, ahli taksonom nan masyur itu.

“you must hear investigate and then say, don’t hear say”

“you must read investigate and then write, don’t read write”

Wow….sungguh kalimat yang menyejukkan dan sangat mencerahkan hari gw.

Benar sekali. Kita jangan ‘dengar’ kemudian ‘bicara’, juga jangan ‘membaca’ kemudian ‘menulis’. Tapi di antara kedua kata kerja tersebut harus ada kata ‘mencari tau/meneliti’!!!

Alias jangan asal ngomong dan jangan asal nulis.

Benar-benar tugas semua orang untuk berbuat demikian.

Mungkin kebanyakan dari kita sering melakukan proses ‘hear say’ dan ‘read write’ dengan semena-mena.

Ok…berangkat dari kebiasaan kita yang tidak suka menulis, mungkin tradisi ‘hear say’ adalah hal yang paling sering. ‘read write’ pasti hanya dilakukan kalangan tertentu.

Tapi kalo ‘hear say’ everybody can do that!

Dari pelbagai kasus, gw banyak melihat kerusuhan yang diakibatkan karena proses ‘hear’ menuju ‘say’ tanpa disertai ‘invetigate’.

Banyak konflik muncul dari kebiasaan ini.

Sayang sekali…

Gw mikirin ini kaya benang kusut. Tapi gw yakin, gw harus melakukan apa yang Prof. Soma lakuin selama 49 tahun 6 bulan mengabdi pada UI.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *