Elu tu hipokrit!! VS yeah…..look whose talking!

hari ini seorang kawan menelpon, “lu
tu orang yang hipokrit! kalo cinta
ya bilang!”

cengar-cengir gw mendengar dia nuduh
gw sebagai orang yang hiprokit.
entah bagaimana mendeskripsikan ttg
hipokrit ini.

“MUNAFIK!”, kata KUBI

berdasar penjelasan KUBI itu, gw
merasa…

saat gw suka sama orang dan ga mau
bilang…gw bukan orang yang hiprokit
ah…gw cuma berusaha memendam rasa
dan menikmatinya sendiri, cinta itu
indah kan?

saat ada kesalahan yang terjadi pada
orng lain dan gw ga bisa ngomong ttg
kesalahan orang lain itu atau bahkan
membuat pembelaan padanya…gw rasa gw
bukan orang yang hipokrit..gw cuma
berusaha untuk tidak ikut campur
urusan orang lain. orang lain punya
hak untuk menyelesaikan urusannya
sendiri dengan pemikiran dan
kemampuannya sendiri…

saat gw berusaha mengikuti perintah
orang yang berwenang memerintah
(nyokap, bos, dosen, pak lurah, pak
camat, kiayi), selagi gw bisa akan gw
lakuin…gw rasa itu bukan sikap
hipokrit…gw cuma berusaha membuat
senang dan berbuat baik

mengapa wacana hipokrit disebarkan
hanya karena beberapa contoh kasus di
atas?

Romeo berkata “elu tu orang yang
hipokrit!”

Capulete menjawab, “look whose
talking!”

Agni,

pengamat kata yang terjebak dalam banalitas kehidupan sehari-hari

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *