LRT made in Indonesia (Geografi Transportasi)

Pernyataan Gubernur Sumsel di salah satu tv swasta sangat menarik bagi perubahan perilaku masyarakat perkotaan di Indoensia. Terbangunnya LRT buatan anak negeri di Palembang akan menjadikan infrastruk LRT merubah kultur berperilaku di Sumatera Selatan. Budaya antri beli tiket, antri menaiki kereta, menjaga ketertiban dna kebersihan kereta dan stasiun kereta menjadi bagain dari perubahan perilaku masyarakat perkotaan di Indonesia.

Contoh sebuah bperubahan perilak yang snagat menonjol dan diakui oleh banyak orang, termasuk teman dari Malaysia dna Amerika yang dengan penasaran berkunjung ke Kampus UI Depok dengan kereta api dari Jakarta. Hal ini tentu menjadi satu pembelajaran, bagaimana penumpang KRL dari Bogor naik di atas atap kereta meski sudah di berikan penghalang. Smapah bertebaran, semua jenisa barang masuk ke dalam kereta dan kumuhnya stasiun KRL Jabodetabek. Itu Dulu. Sekarang namanya berubah menjadi Commuter Line, bagimana nyamannya masuk ke dalam stasiun kereta dan dalam kereta. Sebuah perubahan yang sangat mendasar dengan cra semua menggunakan uang elektronik. Baik parkir di stasiun atau naik kereta harus dengan e-money.

Suksesnya LRT di Palembang kaan memberikan motivasi baru perubanan moda trasnportasi mayarakat urban di Indonesia. Hal ini tentu sejalan dengan kereta laying di TMMI yang sudah berdiri sejak tahun 1990 manjadi bukti anak bangs bias membangun satu rangkaian kereta lengkap mulia dari jalan kereta, kereta-nya, system perjalanan kereta dan pembayaran kereta. Sebentar lagi di Jakarta akan terintegrasi LRT, MRT, Commuter, KA jarak Jauh dan Kereta Supercepat Jakarta-Bandung dan Jakarta Surabaya.

Semoga semuanya segera bisa terwujud sebagai bagian dari Geograf Transportasi dan Geografi Budaya.

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply