ZONASI SEKOLAH, SPASIAL-TEMPORAL DINAMIS DAN JUMLAH MURID (Geografi Desa-Kota)

Zonasi Sekolah menjadi bahasan yang menarik, apalagi jika terjadi berbagai masalah yang terjadi, termasuk adanya blank spot bagi suatu pemukiamn yang tidak masuk zonasi sekolah manapun. Kok bisa?

Ada yang menarik dari zonasi sekolah, khususnya di Jakarta. Logika awal pastinya kedekatan alamat rumah dengan sekolah menajdi satu syarat mutlak. Misalnya alamatnya di Jakarta Selatan, maka sekolahnya harus masuk Jakarta Selatan. Faktanya, alamatnya bersebelahan dengan Jakarta Timur dan ada sekolah yang sangat dekat di Jakarta Timur tetapi tidak bisa masuk karena basisnya adalah alamat.  Yang kedua basis zonasi adalah usia sekolah, terutama SD, karena usia awal harus 7 tahuan, Maka zonasi akan terhitung berdasarkan data alamat dan usia sekolah di sekitar sekolah tersebt sebagai prioritas Utama. Jika tidak masuk sekolah tersebut, maka akan masuk kesekolah yang lebih jauh dan jumlah siswa seedikit dan jika gagal akan masuk ke sekolah yang lebih jauh lagi dan masih di Jakarta Selatan. Bisa jadi sistemnya, tidak tepat betul maka akan terjadi blank spot, sekolahnya ada tetpai urudnya tidak ada, atau sebaliknya siswanya ada tetapi sekolahnya tidak ada. Jangan lupa ada sekolah swasta yang memberikan solusi untuk yang mampu.

Berbeda dengan SMA, zonasinya bisa dinamis, artinya alamat dan jumlah murid tetap menjadi ukuran. Tahun 2017 alamat Jakarta Selatan tidak bisa masuk ke alamat Jakarta Timur, tetapi tahun 2018 berubah, sehingga jarak menjadi penentu sehingga meskipun alamat berbeda wilayah Kota, tetapi jaraknya dekat, maka potensi masuk zonasi sekolah menjadi dinamis. Artinya bisa menghindari blank spot karena peluang kedekatan sekolah menajdi prioritas Utama, termasuk jumlah daya tanpung setiap sekolah negeri, agar bisa menerima sebanyak-banyak siswa yang berlokasi dekat dengan rumah.

Semakin dekat lokasi rumah dan sekolah, maka energi yang dikeluarkan akan semakin sedikit dan sagat bermanfaat dari segi ekonoi sebah keluarga.

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply