Geografi Mitologi (Hikayat Danau Toba)

Sebelumnya saya menyampaiakan rasa bela sungkawa terhadap saudara2 yang terkena musibah di Danau Toba. Danau Toba adalah danau alamiah yang tebentuk pada zaman dahulu kala yang kemudian atas kemurahan hati Sang Pencipta maka segala kelengkapan kebutuhan manusia disediakan secara gratis termasuk hewan dalam air yaitu ikan.

Para tetua manusia tahu betul ada sifat dasar manusia yaitu serakah dalam mengelola sumber daya alam. Maka banyak sekali mitologi atau kepercayaan-kepercayaan di banyak tempat di Indonesia untuk menjaga agar keserakahan manusia itu bisa dijaga sehingga aktifitas manusia tidak merusak sumber daya alam. Kenapa, karena jika alam dirusak, hukum alam alam akan bertindak yaitu akan terjadi bencana alam yang akan menimpa manusia yang merusak alam. Contohnya mislanya hutan belantara yang angker dan dibuatkan  mitologi didalam hutan hidup raksasa atau mahkluk halus atau hewan yang sangat buas pemangsa manusia.  Saat manusia percaya dan taat akan mitologi maka bencana tidak datang, air terjaga hewan terjaga, atau tanaman yang bisa dimakan semua tersedia. Kemajuan jaman dan hilangnnya tutur mitologi dan terbukti mitologi itu tidak ada karena menbang pohon tanpa ijin tetua adat dulu kesurupan tetapi sekarang penebang liar tidak ada yang kesurupan maka semua pohon ditebang. Apa akibatnya, kekeringan dan kekurangan air bersih, banjir bandang dan tanah longsor.  Ini menjadi satu contoh sederhana ada satu mitologi yang dilanggar dan effeknya akan berakibat pada manusia juga pada akhirnya.

Merujuk cerita mitologi  dari Danau Toba, setahu saya, ada mitologi ikan emas di danau toba dalam mitologi terbentuknya danau toba (mohon maaf kalua salah). Maka ada mitologi dilarang memakan ikan mas yang berukuran besar dan berwarna emas, jika tidak maka akan terjadi bencana bagi kehidupan masyarakat di Danau Toba. Mitologi memang dua sisi, bisa dipercaya sebagai takhyul atau dipahami sebagai konservasi atau menjaga sumber daya alam. Logika sederhana saya adalh mitologi saya anggap konservasi untuk menjaga ketersediaan sumber day alam. Jika ikan mas yang besar boleh diambil maka induk ikan habis dan ikan yang baru juga tidak ada, maka ketersedian sumberdaya alam akan punah. sangat sederhana.

Kalau mitologi diangap sebagai hokum adat pada suatu laranga yang dilanggar, kalau betul, sehari sebelumnya ada nelayan yang menangkap ikan emas yang sangat besar dan Sudha disaranakan untuk mengembalikan ke danau tapi tidak digubris karena dianggap takhyul, tetapi menjadi suatu sebab akibat yang dihubungkan dengan kejadian musibah kapal tenggelam di Danau Toba. Boleh percaya boleh tidak, mungin juga ada benarnya begitu laranga dilanggar maka akan terjadi musibah, untuk lebih mendewasakan manusia bahwa setiap mengagapbil tindakan dipikirkan manfaat dan mudaratnya.

Mitologi tsunami, mitologi gunung berapi, mitologi gempa bumi, banjir, petir dan lainnya, sangat banyak di Indonesia dan tersebar dengan berbagai macam versi untuk kepentingannya masing daerah pembuat mitologi. Maka perlu dibuatakan satu penelitian Geogarafi mitologi, bukan untuk percaya pada hal yang mitos, tetaai diambil hikmah untuk masa kekeinian dalam kontek konservasi sumberdaya alam demi keberlangsungan umat manusia.

 

 

 

 

 

 

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply