Pergi Wisata ke Desa

Mudik Lebaran adalah tradisi tahunan wisata ke desa. Aliran dana dan manusia ke desa tiap lebaran terus meningkat sejalan dengan jumlah perantau atau keturunan perantau untuk berwisata ke desa. Dalam distribusi uang masuk ke desa, hajatan tahunan ini memberikan dampak positif di sepanjang perjalanan dan moda transportasi yang digunakan. Jika menggunakan kendaraan pribadi, maka sepanjang jalur saat berhenti untuk makan, minum, ibadah atau isi bahan bakar serta membeli oleh2 menjadi dampak ikutan dari perjalanan wisata ke desa. Makin jauh jaraknya maka dampaknya semakin besar.

Dampak utama/terbesar tentunya ada di desa tempat wisata, minimal membeli barang keperluan sehari-hari atau tradisi bagi-bagi rejeki ke sanak keluarga di desa. Ini menjadi dampak peningkatan distribusi uang kartal dari kota ke desa, sehingga dimungkinkan terjadi peningakatan ekonomi sesaat di desa tempat wisata.

Wisata desa bias menjadi pemicu pergerakan ekonomi, jika tiap desa menyiapkan segala keperluan dan keunikan khusus tiap desa, maka wisata antar desa saat lebaran bisa terjadi dengan sendirinya. Ada kemungkinan jika di Jawa adalah Prov.Jawa Tengah menjadi desa terbanyak tujuan wisata desa, dan mungkin di Sumatera adalah Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang menjadi center desa tujuan wisata.

Proses wisata desa, harus menjadi target pemerataan pereonomian, sehingga desa menjadi sentral ekonomi yang bercirikan desa dan bukan mentransformasi desa menjadi kota, sehingga wisata ke desa sama halnya wisata ke kota, karena kondisi desa sudah penuh sesak dengan ciri-ciri kota.

 

 

 

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply