Teknik Buffer dalam GIS

Wilayah jangkauan adalah hasil (output)  dari teknik buffer di SIG (GIS). Sebagai contoh jika terjadi ledakan bom di suatu tempat, maka radius kerusakan dari bom tersebut dapat kita hasilkan dengan teknik buffer di SIG, sehingga didapatkan zona 1 sangat hancur, zona 2 hancur, zona 3 sebagian hancur. jarak masing zona berkisar antara 100, 200, 300 meter dari titik (lokasi) bom meledak.

Layanan Puskesmas atau Posyandu (asumsi semua jalan kaki) dapat dibuatkan Buffer sehingga terdapat wilayah jangkauannya puskesmas atau posyandu, dengan jarak 250, 500, 750 hingga 1000 meter (1 km).

Area Hutan yang diproteksi, misalnya bisa dibuatkan zonasi sesuai dengan fungsi sebagai pengghalang rusaknya kawasan hutan, sehingga bisa dibuat zona inti, zona peralihan dan zona pemanfaatan umum. Zonasi ini bisa dikerjakan dengen Buffer di SIG.

Bantaran (Wilayah Sepadan) juga bisa dihasikan dengan teknik Buffer, sehingga bisa dilakukan pendataan mana yang masuk sebagai penyanga atau sepadan, misal sepadan sungai, jalan tol,  jalur listrik, jalur air.

semoga bermanfaat

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply