Membuat Nusantara Bernyanyi

Written by yaslis on July 14, 2008 – 11:42 am -

Yaslis Ilyas[1]

1. Budaya Kekerasan

Kekerasan dalam kehidupan sosial kita sudah menjadi kejadian sehari-hari. Kekerasan hampir dilakukan oleh semua kelompok umur, tingkat pendidikan, tingkat sosial, gender, pekerjaan dan kelompok lainnya. Kekerasan sosial dari variabel umur tampaknya sudah terjadi pada umur sangat muda dikalangan pelajar sekolah dasar yang berumur antara 7 tahun sampai dengan 12 tahun telah terjadi kekerasan. Sebenarnya, perkelahian diantara pelajar sekolah dasar terutama diantara pelajar putra merupakan sesuatu yang wajar, sepanjang tidak mencederai fisik maupun mental berkelanjutan. Tetapi tingkat kekerasan di sekolah dasar kadang sudah melampaui batas kenakalan anak2. Kita masih ingat perkelahian 2 anak lelaki di Medan yang sampai dibawa ke meja hijau kemudian hakim menjatuhkan hukuman kepada yang dianggap bersalah dan harus masuk penjara padahal dia masih anak2. Hal ini menjadi berita heboh nasional ketika itu. Kekerasan di tingkat sekolah dasar terjadi juga diantara pelajar putri dimana kelompok yang lemah diejek dan dihina oleh sesama temannya. Memori kitapun masih ingat seorang pelajar putri di Bekasi gantung diri karena diejek setiap hari oleh kawannya karena bapaknya pedagang bubur. Ini peristiwa yang sangat mengenaskan dalam kehidupan sosial anak2 kita. Yang lebih parah, kekerasan yang dilakukan oleh guru atau direkayasa oleh guru dilakukan oleh murid2 terhadap ”murid yang dianggap nakal atau tidak disiplin”. Cerita kekerasan guru terhadap murid bisa menjadi novel yang panjang di negeri ini. Read more »


Posted in Artikel | No Comments »