“Etnis Batak melihat dunia setelah kependudukan Belanda”
Apa benar pernyataan itu? Logisnya dimana pernyataan itu?
Dari mana Bangsa Belanda tahu dan perlu masuk ke dunia mereka?
Apak “Ujug-ujug” bangsa Batak nangkring di plato Toba, Mandailing, Karo dan sekitarnya? Bisa terbang kali?
Telaah saya:
“Barangkali satu-satunya kota di Nusantara yang namanya telah disebut sejak awal abad Masehi oleh literatur-literatur dalam berbagai bahasa, seperti dalam bahasa Yunani, Siriah, Armenia, Arab, India, Tamil, China, Melayu, dan Jawa”
“Kayu kamfer dari Barousai itu merupakan salah satu bahan pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II, atau sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi”
silahkan baca:
http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/10/barus-sejarah-maritim-dan.html
http://tano-batak.blogspot.com/2007/06/akhir-perjalanan-sejarah-barus.html
http://www.goodreads.com/book/show/6690538-lobu-tua
http://g4lunk.multiply.com/journal/item/17/KILAS_SEJARAH_KOTA_BARUS
http://pakkat.wordpress.com/2007/04/29/penulisan-sejarah-batak/
http://www.facebook.com/topic.php?uid=87860003317&topic=9588
Demikian setidaknya keberadaan perjalanan sejarah etnis Batak.