Gaharu, Sorghum dan Kenaf

Gaharu-Sorghum-Kenaf gaharu (Aquilaria), sorgum (Sorghum bicolor L.) dan  serat kenaf (Hibiscus Cannabinus L) Gaharu, ketiga jenis tanaman ini sangat akrab di wilayah tropis seperti Indonesia ini. Siapa yang tidak kenal […]

Gaharu-Sorghum-Kenaf

gaharu (Aquilaria), sorgum (Sorghum bicolor L.) dan  serat kenaf (Hibiscus Cannabinus L)

gaharuGaharu, ketiga jenis tanaman ini sangat akrab di wilayah tropis seperti Indonesia ini. Siapa yang tidak kenal gaharu. Masyarakat Indonesia yang tumbuh dengan pengaruh asia terutama India, China dan Melayu sangat akrab dengan gaharu mulai awal era klasik Nusantara. Kebudayaan Hindu, Bhuda, Konghucu memanfaatkan kayu gaharu untuk: Keperluan ritual keagamaan (dupa, hiyo; Hindu Budha, Konghucu, Islam), Pengharum badan , Pengharum ruangan, Bahan kosmetik, Obat-obatan sederhana. Dari mana kayu gaharu dulu didapatkan. hutan hujan tropis Nusantara memberikan secara alamiah proses  terbentuknya kayu gaharu di wilayah sesuai dengan syarat tumbuhnya:Sesuai dengan kondisi habitat alami;  Dataran rendah, Berbukit (< 750 mdpl). Jenis Aquilaria tumbuh baik di jenis tanah Podsolik merah kuning, tanah lempung berpasir, dengan drainage sedang sampai baik, iklim A-B, kelembaban 80%, suhu 22-28 derajat Celsius, Curah hujan 2000-4000 mm/th. Tidak baik tumbuh di tanah tergenang, rawa, ketebalan solum tanah kurang 50 cm, pasir kwarsa, tanah dengan pH < 4. Jaman dulu gaharu diperoleh dari alam langsung untuk kepentingan sendiri. Tetapi dalam perkembangannya kayu gaharu menjadi komoditas yang langka karena diexploitasi besar-besaran dan mulai diperdagangkan ke berbagai penjuru dunia (China, Arab, India dan Eropa dll). Saat ini menjadi suatu kesulitan untuk mendapatkan kayu gaharu dalam jumlah besar, karena hutan-hutan sudah dilindungi dan dikonservasi. Meskipun demikian di pasar selalu beredar komoditas tersebut dan ini sudah tentu mendapatkannya secara illegal. Kecuali daerah-daerah yang memenag sudah melakukan pembudidayaan gaharu.
Memang Litbang kehutanan sudah meluncurkan hasil penelitiannya terkait dengan rekayasa produksi kayu gaharu. Kayu gaharu yang tadinya hanya didapatkan dari alam langsung sekarang sudah dapat dbudidayakan dengan lebih seksama seperti tanaman perkebunan lain (teh, kopi, coklat, karet dll). Gaharu rekayasa memberikan peluang perencanaan budidaya yang lebih akuntable, dari mulai penyemaian, pembibitan, penanaman, penyiapan lahan, pemupukan, perawatan, pengobatan, rekayasa in-okulasi (pemasukan enzim pembentuk jamur gaharu yang harum dan khas wangi baunya. Dari mulai penanaman hingga dapat dilakukan inokulasi ketika pohon gaharu berumur 4-5 tahun. Dan setelah 1-2 tahun kemudian dapat di panen. Kebutuhan gaharu dunia sangat besar quota Indonesia  300 ton/tahun baru dapat dipenuhi 10 % inipun lebih banyak didapatkan dengan cara (illegal) dan ini berasal dari gaharu alam. Temuan rekayasa produksi kayu gaharu memberi peluang yang sangat besar bagi perkebunan di Indonesia. Dan keuntungan lainnya gahru dapat disisipkan di sela-sela perkebunan karet, ataupun dapat juga perkebunan gaharu dengan sistem tumpang sari yang mana pohon gaharu sebagai tanaman induk (tanaman keras tahunan) dan pada lahan yang sama di tanam tanaman musiman yang disarankan jenis tanaman dengan buah di atas (bukan umbi-umbian). Jika pada tahun 2009 pemerintah bersama masyarakat perkebunan dan pertanian secara serentak melakukan penanaman dan tahun 2014 dilakukan penyuntikan (inokulasi) maka 2015/16 Indonesia menjadi produsen kayu gaharu terbesar di dunia.
Saya mengajak berbagai pihak untuk bergabung mensukseskan 2009 sebagai tahun Gaharu Indonesia. Dan saat ini pihak Litbang kehutanan sudah mempersiapkan bibit gaharu sebanyak-banyaknya.

sorghum

Sorghum, tanaman ini juga memiliki keistimewaan ekonimis yang tidak kalah dengan gaharu. Pasar dunia saat ini kebutuhan BBM mencapai 215 juta liter/hari, baru dapat dipenuhi hanya 178 juta liter/hari. Para pakar energi berlomba mencari sumber energi alternatif selain dari hasil energi fosil. Ternyata sumber energi tersebut tersimpan di batang pohon sorghum. Batang sorghum jika di olah dapat menjadi bio-ethanol (sejenis dengan bio-diesel, bio-fuel, bio-energi yang berasal dari nabati) seperti jarak dan biji-bijian lain: kelapa, kacang-kacangan, sawit dll. Hanya untuk sorghum lebih dekat seperti dengan tebu sebagai penghasil alkohol dan spiritus. Keuntungan lain menggunakan bio-ethanol menjadikan udara perkotaan tidak sekotor akibat carbon yang dikelurkan oleh kendaran pemekai bahan bakar fosil. Selain dapat dijadikan bio-ethanol, buah/biji sorghum merupakan bahan makanan yang karbohidratnya tinggi di bawah beras sedikit. Sampai saat ini kita selalu ingat monopoli gandum oleh salah satu pengusaha besar Indonesia yang mengimport dari USA, Dengan bahan pangan alternatif dari sorghum ini setidaknya pemerintah menghemat devisa negara. Dan alam Indonesia sangat cocok dengan sorghum (centel/cantel orang Jawa menyebut tanaman sorghum ini). Sekarang ini tinggal upaya penggalakan kembali penanaman sorghum, karena masyarakat petani kita sudah dijauhkan dari budidaya tersebut oleh pihak-pihak yang lebih mengambil keuntungan dari import. Satu lagi dari tanaman soghum yang juga bermanfaat yaitu daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak pengemukan. Dan sekali tanam dalam satu tahun dapat dipanen 2-3 kali dari pohon yang pertama di tanam. Dari sisi modal produksi sangat hemat.

Unsur Nutrisi Kandungan/100 g
Beras Jagung Singkong Sorgum Kedele
Kalori (cal) 360 361 146 332 286
Protein (g) 6.8 8.7 1.2 11.0 30.2
Lemak (g) 0.7 4.5 0.3 3.3 15.6
Karbohidrt (g) 78.9 72.4 34.7 73.0 30.1
Kalsium (mg) 6.0 9.0 33.0 28.0 196.0
Besi (mg) 0.8 4.6 0.7 4.4 6.9
Posfor (mg) 140 380 40 287 506
Vit. B1 (mg) 0.12 0.27 0.06 0.38 0.93

Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI (1992).

kenafKenaf, tanaman kenaf masyarakat awam hanya mengenal sebagai tanaman “balak” di rawa-rawa Kalimantan, Sumatera dan Papua. Sementara masyarakat dunia sudah menyadari bahwa penggunaan bahan-bahan dari fosil segera dikurangi karena sulit untuk diurai kembali secara alami. sehingga menjadi sampah yang sangat menumpuk. Pergeseran penggunaan bahan fosil ini juga disadari oleh industri mobil khususnya mengurangi serat-serat sintetis yang mengisi interior mobil, dan mulai menggantikannya dengan bahan serat yang mudah diurang secara alamiah. Jawabannya yaitu serat kenaf. Permintaan pasar industri mobil dari tahun ke tahun meningkat karena meereka berlomba-lomba sebagai industri yang berwawasan lingkungan. Sebagai contoh Kebutuhan serat kenaf nasional mencapai 3000 ton dan baru dapat terpenuhi 1500 ton, pemenuhan kenaf nasional didatangkan dari Vietnam dan Malaysia. Kenapa demikian? (tq/2008)

About taqy