July 1, 2011

Diplomasi Posisi Bendera

Filed under: Uncategorized — rani @ 2:46 pm

Kali ini akan membicarakan hal remeh temeh atau sepele di balik kuliah umum Perdana Menteri Perancis H.E. François Fillon di UI Jum’at pagi (01/07) di Kampus Depok, yang mungkin luput dari perhatian orang. Tetapi ternyata yang sepele ini jika ditarik lebih jauh ternyata berhubungan dengan nasionalisme suatu bangsa. Banyak hal yang terjadi pada waktu kuliah umum ini, seperti yang akan diceritakan di bawah ini. Kalau mengenai isi materi kuliah yang disampaikan PM Perancis bisa disimak di berbagai media cetak atau media online.

Sebelum memberikan kuliah umum seorang moderator membacakan riwayat hidup sang Perdana Menteri dalam bahasa Perancis. Tetapi rupanya terlalu panjang dan membiarkan Perdana Menteri Perancis berdiri terpaku di podium. Akhirnya seorang anggota rombongan panitia dari Perancis berjalan mendekati moderator dan mengingatkannya supaya segera saja mengakhiri bicaranya untuk memberikan kesempatan bicara lebih banyak kepada Perdana Menteri Perancis. Sekretaris Rektor UI pun beberapa kali berbisik kepada moderator untuk segera mengakhiri bicaranya.

Setelah Rektor UI memberikan kata sambutannya dalam bahasa Inggris, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan Menteri Pendidikan Nasional RI M. Nuh. Kalau pada saat pemberian doctor honoris causa dari UI kepada Presiden Turki beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan memberikan kata sambutan dalam bahasa Indonesia. Maka kali ini, Menteri memberikan sambutannya dalam Bahasa Perancis. Suatu hal yang luar biasa. Usut punya usut ternyata Menteri Pendidikan Nasional R.I adalah lulusan salah satu perguruan tinggi di Perancis.Maka tidaklah mengherankan kalau aksen Perancisnya masih terasa walaupun dengan membacakan teks pidato. Hal ini juga barangkali kesempatan bagi Menteri Pendidikan Nasional, karena belum tentu ada forum lain yang dapat memberikan kesempatan untuk bicara dalam bahasa Perancis.Barangkali ini sebagai suatu ekspresi keramahtamahan orang Indonesia dan penghormatan kepada tamu. Tetapi apakah ini layak dilakukan seorang pejabat Negara dihadapan khalayak ramai yang kebanyakan orang Indonesia?

Dalam acara gladi bersih, sehari sebelum acara dilaksanakan, pihak kedubes Perancis memasalahkan pembuatan spanduk dan menginginkan perubahan sesuai dengan keinginan pihak Kedubes Perancis. Tulisan yang tadinya berada di tengah-tengah spanduk menjadi berada di sebelah kanan, bagian sebelah kiri spanduk kosong untuk meletakkan bendera kedua Negara yang mengapit podium yang letaknya berada agak di sebelah kiri spanduk.

Pagi-pagi sebelum acara kuliah umum berlangsung terjadi perdebatan yang cukup sengit antara pihak kedubes Perancis dengan panitia dari Kementerian Luar Negeri RI. Yang menjadi permasalahan yaitu posisi benderan nasional Indonesia dan bendera Perancis diletakkan sebelah mana podium. Pihak Kedubes Perancis menginginkan Bendera Perancis berada di sebelah kanan, sehingga ketika Perdana Menteri Perancis pidato menghadap ke undangan, bendera Perancis berada dibelakang pundak kanan perdana menteri. Sedangkan bendera nasional RI berada di sebelah pundak kiri Perdana Menteri. Hal ini sudah dilakukan, pada saat Perdana Menteri bicara di Hotel Hyatt Kamis malam dihadapan para undangan masyarakat Perancis dan Eropa lainnya. Mendengar penjelasan panitia Kedubes Perancis seperti di atas, panitia dari Kementerian Luar Negeri RI dengan entengnya menjawab dan memberikan argumen balasan. Letak bendera RI harus berada di sebelah kanan dan bendera Perancis di sebelah kiri. Karena ini forum dimana pendengarnya kebanyakan orang Indonesia, dan itu sudah menjadi aturan keprotokolan di Indonesia. Posisi Bendera RI di sebelah kanan ini juga berlaku ketika Presiden Amerika Serikat Obama melakukan orasi Ilmiah di Balairung Kampus Depok tahun lalu. (010711)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment