Human error Penyebab terbesar Kecelakaan Pesawat Terbang (@DokterAri)

Posted on May 13th, 2012 in opini for public | No Comments »

Human error Penyebab terbesar Kecelakaan Pesawat Terbang

 

Saya mengikuti terus perkembangan pemberitaan seputar kecelakaan Sukhoi Superjet 100. Kecelakaan ini bukan saja melibatkan 2 bangsa besar Indonesia dan Rusia tetapi kecelakaan ini sudah menjadi perhatian dunia. Keterlibatan Indonesia karena lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Salak Jawa Barat, sebagian besar yang menjadi korban warga negara Indonesia dan Pesawat ini terbang dalam rangka promosi pesawat kepada pembeli potensial di Indonesia. Rusia terlibat karena pesawat baru ini adalah pesawat Sukhoi Superjet 100 pesawat Superjet , pesawat yang menjadi kebanggaan bangsa Rusia. Selain sebagian korban juga warga negara Rusia. Kedua pemimpin bangsa Presiden Indonesia dan Presiden Rusia sudah saling kontak membicarakan jatuhnya pesawat tersebut. Sidang kabinet pada masing negara-negara segera berlangsung membicarakan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ini.

Berbagai analisa telah disampaikan baik oleh pilot senior, mantan pilot serta pakar penerbangan, bahkan Wakil Presiden Rusia  menduga bahwa Human error sebagai penyebab kecelakaan pesawat ini. Penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan terus dilakukan dan akan memakan waktu yang panjang sampai disimpulkan penyebab utama dari jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ini.

Kejadian ini telah memaksa saya melakukan studi kepustakaan untuk mengetahui kenapa pesawat bisa jatuh. Di Amerika sendiri angka kecelakaan pesawat terjadi sejumlah 33 kasus per 10 juta penerbangan dalam kurun 20 tahun terakhir. Berbagai penelitian  yang dilakukan menyimpulkan bahwa rata-rata   70 % kecelakaan pesawat terjadi karena “human error”. Adapun faktor “human error” terjadi pada 38 % perusahaaan penerbangan besar, 74 % penerbangan komersial dan 85 % penerbangan umum. Kesalahan utama pilot terjadi karena keputusan yang tidak tepat, kurang perhatian dan kesalahan dalam pengendalian pesawat. Ketiga hal ini menjadi faktor utama kesalahan manusia tersebut. Salah satu keputusan yang tidak tepat yang sering dilakukan oleh seorang pilot adalah terbang terlalu rendah.

Berbagai analisa pilot  senior dan pakar penerbangan Indonesia mengenai kecelakaan Sukhoi Superjet 100 menyebutkan bahwa pilot telah menurunkan pesawatnya terlalu rendah sehingga menabrak tebing Gunung Salak.  Disisi lain pakar Sukhoi Superjet juga sudah melakukan simulasi pesawat bahwa pada kondisi pesawat yang membahayakan pasti berbagai alarm baik dengan suara maupun lampu akan memperingatkan pilot akan bahaya yang mengancam. Pertanyaan berikutnya apakah pilot kurang mengindahkan peringatan tersebut? Pilot terlalu lelah sehingga kurang berkonsentrasi? Sekali lagi kita harus menunggu kesimpulan akhir kenapa pesawat ini jatuh.

Saya sendiri kebetulan mempunyai “jam terbang” yang tinggi. Hampir setiap minggu saya harus terbang keberbagai kota di seluruh Indonesia untuk kepentingan pendidikan.  Bahkan 2 minggu yang lalu saya baru pulang dari New Orleans yang menyebabkan saya harus berada dalam perjalanan naik turun pesawat sebanyak 5 kali dengan total perjalanan 30 jam. Setelah perjalanan panjang tersebut saya merasa masih tidak merasa nyaman 2 hari setelah melakukan perjalanan panjang atau saya mengalami jet lag. Wajar jet lag terjadi karena perbedaan waktu antara Jakarta dan New Orleans 12 jam.

 

Penerbangan sukhoi di Indonesia tersebut merupakan penerbangan promosi. Pesawat ini terbang dari satu negara ke negara lain. Para crew pesawat termasuk pilot telah melakukan perjalanan yang panjang karena Jakarta adalah bukan kota pertama yang dikunjungi karena perjalanan Sukhoi ini telah melalui beberapa kota di berbagai negara antara lain Myanmar, Pakistan, dan Kazakhstan. Mendaratnya pesawat ini diberbagai kota sebelumnya juga dalam rangka promosi. Saya coba menghubungi  teman sejawat saya seorang Doktor dan ahli Bedah Syaraf dan juga Flight Surgeon yang menyatakan kemungkinan human error  sebagai penyebab kecelakaan Sukhoi ini. Pilot kemungkinan mengalami spatial disorientation atau disorientasi ruang dan ini bisa berhubungan dengan jet lag. Jet lag terjadi karena jam biologis kita berubah setelah melakukan perjalanan panjang dengan menembus berbagai zona waktu yang berubah. Jet lag akan mengganggu performa fisik dan psikis kita akibat berubahan jam bilogis yang mendadak tersebut. Jet lag membuat kita merasa lemas, disorientasi, kurang konsentrasi dan tidak bersemangat. Jet lag akan diperberat jika seorang kurang tidur dan kurang minum. Apalagi kita ketahui bahwa cuaca Jakarta saat ini sedang panas oleh karena harus tetap banyak minum menkonsumsi air  baik sebelum terbang dan tetap menjaga minum selama perjalanan diatas pesawat. Kitapun diminta menghindari minum alcohol sebelum dan selama penerbangan untuk menhindari Jetlag. Pesawat Sukhoi datang ke Jakarta dalam rangka promosi, kita bisa mempredeksi bahwa pilot dan crew akan berinteraksi dengan banyak orang karena pasti banyak orang akan bertanya akan kehebatan Sukhoi Superjet ini. Hal ini juga bisa menyebabkan pilot tersebut kurang istirahat atau mengalami kelelahan.

Kita semua pasti penasaran kenapa pesawat ini menabrak gunung Salak, berbagai kemungkinan bisa terjadi. Proses evakuasi korban masih terus berlagsung, duka keluarga yang anggota keluarga menjadi korban adalah duka kita semua. Berharap tentu kejadian ini tidak akan terulang lagi. Kita harus selalu  mengambil hikmah atas apa yang terjadi.

Salam sehat,

Ari F Syam

Praktisi klinis

Transplantasi dan Jual Beli Organ

Posted on May 1st, 2012 in opini for public | No Comments »

Transplantasi dan Jual Beli Organ

Saat ini kita mengetahui bahwa transplantasi organ telah berkembang begitu pesat. Sampai sejauh ini transplantasi organ yang bisa dilakukan yaitu transplantasi organ ginjal, hati, pancreas, jantung, paru dan usus halus. Tetapi secara umum yang paling banyak dilakukan termasuk di Indonesia adalah transplantasi ginjal. Tehnik memindahkan organ juga sudah canggih, untuk transplantasi ginjal proses pengambilan organ dari donor hanya dengan tehnik laparaskopi sehingga luka operasi sangat minimal bagi pemberi organ tersebut (donor) Tehnik pengambilan organ ginjal dengan cara laparaskopi ini sudah dikembangkan di RSCM. Disisi lain permasalahan muncul adalah mencari donor yang akan memberikan organ untuk penerima (resipien). Di Amerika berdasarakan data dari United Network for Organ Sharing (UNOS), hampir 84.000 kasus menunggu organ donor. Di Indonesia sendiri kasus yang akan melakukan transplantasi organ pasti banyak antara lain penyakit gagal ginjal kronis stadium akhir atau kegagalan fungsi hati (sirosis hati lanjut atau kanker hati) yang merupakan indikasi untuk menjalani transplantasi organ. Di Amerika sendiri permasalahan muncul pada organ donor mengingat daftar tunggu yang panjang untuk menerima transplant organ tersebut. Melihat kondisi tersebut jelas bahwa saat ini kebutuhan cukup tinggi untuk mencari donor yang bersedia organnya didonorkan kepada orang lain. Hal ini terjadi bukan saja di Indonesia tapi juga diseluruh dunia. Oleh karena itu kondisi ini menjadi celah bagi proses jual beli organ. Isu jual beli organ merupakan isu penting terutama di negara-negara dengan penduduk besar antara lain Cina, India dan USA. Pemerintah Cinapun telah melarang RS-RS di Cina untuk memberikan organ penduduk Cina bagi warga negara asing mengingat kebutuhan organ untuk negaranya sendiri masih cukup tinggi. Buat Indonesia yang juga merupakan salah satu negara yang berkontribusi besar menyumbang penduduk dunia masalah ini juga muncul. Iklan-iklan orang yang berkeinginan untuk menjual organ tubuhnya juga sudah mulai ada di berbagai media kita. Saya sebagai seorang dokter penyakit dalampun pernah beberapa kali oleh orang yang berkeinginan menjual organ tubuhnya antara lain dihubungi oleh seorang ibu karena tekanan ekonomi bersedia untuk menjual ginjalnya. Padahal Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa jual beli organ adalah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM). Secara umum kelompok masyarakat yang menjadi sasaran empuk bagi para agen pencari organ tubuh adalah masyarakat miskin dan tenaga kerja murah seperti pembantu rumah tangga atau pekerja perkebunan. Transaksi proses perpindahan organ sendiri bisa disadari atau tanpa disadari. Disadari jika memang si donor dengan kesadaran penuh ingin menjual organnya karena tekanan ekonomi. Permasalahan muncul jika dalam proses tersebut terjadi proses pemaksaaan atau dibuat sedemikian rupa bagi orang yang menjadi donor tidak bisa menolak agar organnya di donorkan. Proses yang kedua adalah proses pengambilan organ tersebut tidak diketahui. Misal dalam suatu proses operasi, organ yang sehat juga diambil atau korban yang menjadi donor di culik dan dipaksa untuk melalui proses operasi dimana organnya diambil. Skrining Donor Sebenarnya proses pemberian organ dari donor harus melalui proses yang panjang. Karena proses tukar menukar organ tersebut bukan suatu proses seperti kita melakukan penggantian onderdil mobil. Dalam proses tukar menukar onderdil mobil jelas bahwa barang yang akan dipasang umumnya adalah barang yang baru. Tetapi dalam proses transplantasi organ, organ yang akan didonorkan adalah organ dari seseorang yang telah menggunakan organ tersebut sekian lama. Oleh karena itu jelas bahwa ada proses skrining yang ketat untuk mendapatkan informasi bahwa organ tersebut memang sehat dari donor yang memang sehat. Berbagai pemeriksaan darah harus dilakukan. Proses pemeriksaan juga meliputi apakah si donor tidak mempunyai penyakit kronis atau pembawa infeksi kronis misal virus hepatitis atau HIV. Setelah dipastikan bahwa kondisi kesehatan donor tidak bermasalah selanjutnya apakah kondisi darah donor cocok dengan penerima (resipien) misal kecocokan gologan darah dan kecocokan jaringan (tissue type/HLA). Jika tidak cocok jelas organ tersebut tidak dapat diberikan pada golongan darah yang berbeda. Proses operasi pengambilan organ juga harus dilakukan ditempat dimana organ yang diambil tetap dalam keadaan fresh untuk segera ditransplantasi ke resipien. Semakin cepat organ tersebut dipindahkan akan sebagai baik untuk kesuksesan dari proses transplantasi tersebut. Mengingat pentingnya skrining ini, rasanya menjadi tidak gampang proses pengambilan organ dari seseorang. Apalagi dugaan 3 pekerja kita yang ditembak dan organnya diambil di Malaysia. Rasanya secara logika medis hal ini tidak mungkin terjadi. Pada saat ditembak pasti akan terjadi perdarahan dan perdarahan ini akan menyebabkan organ-organ akan mengalami kekurangan darah dan kondisi ini juga akan membuat organ-organ akan menjadi rusak dan menyebabkan viabilitas organ tersebut juga menjadi berkurang. Berbeda dengan proses operasi yang juga akan terjadi perdarahan, pasien dengan kondisi oksigen yang dipertahankan, kekurangan darah sudah diantisipasi dengan proses transfusi darah. Olah karena itu wajar kalau akhirnya otopsi ulangan oleh pihak Polri di NTB tidak menemukan ada organ yang hilang sehingga dipastikan bahwa tidak ada latar belakang proses jual beli organ dalam pembunuhan ketiga TKI di  Malaysia.

Mudah-mudahan informasi ini menambah wawasan kita mengenai masalah seputar Transplantasi Organ.

Salam sehat,

Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM,FACP

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Dampak Hipoksia Bagi Kesehatan

Posted on April 29th, 2012 in opini for public | No Comments »

Harian Seputar Indonesia,Thursday, 26 April 2012

Dampak Hipoksia bagi Kesehatan

Kita semua sedih dan turut berduka atas meninggalnya wakil menteri ESDM ␣ Prof Widjajono Partowidagdo yang begitu berdedikasi dan hidup sederhana.

Beliau mengalami sakit tiba-tiba hingga meninggal dunia saat melakukan kegiatan pendakian Gunung Tambora.Berita yang saya baca dari media,beliau meninggal akibat hipoksia, walaupun sebenarnya kepastian ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan visum atau bedah mayat.Tentu rasanya tidak tepat kalau kita mempermasalahkan kenapa hal ini terjadi.Namun,apa yang telah terjadi seharusnya bisa menjadi pelajaran agar kejadian yang telah terjadi saat ini tidak terjadi pada saat di masa depan bagi siapa saja.

Hipoksia adalah suatu keadaan kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ-organ tubuh kita.Hipoksia bisa terjadi karena kadar oksigen yang kurang dari udara.Di dalam tubuh kita sebenarnya keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernapasan. Oleh karena itu,kondisi hipoksia juga dapat terjadi jika kita mengalami kerusakan pada sistem jantung dan pembuluh darah dan sistem pernapasan.Berbagai keadaan yang membuat kadar oksigen di sekitar kita rendah dapat membuat kita mengalami hipoksia.

Kondisi yang membuat kadar oksigen sekitar kita rendah adalah jika kita berada di atas ketinggian,seperti di pegunungan, berada di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik atau sirkulasi udara baik tetapi dipenuhi asap rokok.Seorang perokok juga akan mengalami hipoksia kronis yang jelas akan mengganggu kesehatannya.Penelitian doktor saya membuktikan bahwa kondisi hipoksia menyebabkan terjadinya perlukaan pada lambung berupa terjadinya ulkus. Gangguan yang terjadi pada organ akibat hipoksia dijelaskan secara kelainan organ melalui pemeriksaan histopatologi, baik secara langsung maupun pemeriksaan imunohistokimia.

Secara molekuler juga perubahan yang bisa menjelaskan hal-hal yang terjadi akibat hipoksia tersebut.Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa pada kelompok orang yang sering berada di ketinggian ternyata lebih sering mengalami perdarahan lambung dibandingkan kelompok orang yang berada lebih rendah dari ketinggian. Kembali kepada hal yang terjadi pada almarhum Wamen ESDM.Banyak hal yang dapat menjelaskan kemungkinan kenapa kondisi beliau menurun saat berada pada ketinggian sehingga pada akhirnya terjadi kematian. Sebenarnya,penyebab meninggalnya beliau hanya dapat dipastikan dengan pemeriksaan autopsi atau bedah mayat.

Kematian di atas pesawat yang terjadi pada almarhum Munir dapat dipastikan bahwa pada tubuh beliau ternyata terdapat merkuri yang tinggi sehingga menyebabkan kematian beliau.Penemuan merkuri yang tinggi di dalam tubuh almarhum Munir dapat memastikan bahwa beliau meninggal karena diracun,walau sampai saat ini kasus ini belum terungkap dengan tuntas. Hipoksia,seperti dijelaskan,merupakan sesuatu yang seharusnya kita hindari, apalagi pada orang yang sudah mempunyai permasalahan pada pembuluh darahnya, baik pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah jantung.

Kadar oksigen yang rendah pada seseorang yang memang sudah mempunyai sumbatan pada pembuluh darah jantung jelas akan menyebabkan jantung mengalami penurunan suplai oksigen yang berat yang akan menyebabkan jantung akan mengalami iskemia (kekurangan oksigen) bahkan sampai terjadinya infark (kematian jaringan). Organ-organ lain juga jelas akan mengalami gangguan jika terjadinya hipoksia.Pada orang-orang yang memang sudah biasa tinggal di daerah ketinggian atau daerah dengan kadar oksigen rendah, biasanya tubuh sudah dapat menoleransi akan kebutuhan oksigen tersebut.

Hal ini juga ditunjukkan pada penelitian saya dengan perjalanan waktu tubuh sebenarnya akan melakukan adaptasi atas kekurangan oksigen yang terjadi,tetapi tentu adaptasi terjadi ini ada batasnya.Jika kondisi ini terus terjadi,tetap akan membahayakan jiwa. Faktor usia juga hal yang tidak bisa diabaikan pada seseorang yang mengalami hipoksia.Umur 60 tahun merupakan umur yang dimasukkan pada kelompok usia lanjut,umur 60 tahun juga digunakan sebagai patokan (cut off) untuk menetapkan faktor risiko terjadinya penyakit.

Dengan semakin tuanya umur,maka yang paling berpotensi terganggu adalah sistem pembuluh darah atau sistem vaskuler kita, antara lain sistem vaskuler di otak,sistem vaskuler di jantung,dan pembuluh darah seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Apabila terjadi gangguan pada sistem vaskuler kita,maka pada jaringan yang terganggu akan mengalami kekurangan oksigen.

Model hewan coba hipoksia yang menjadi model penelitian doktor saya, yang telah berhasil dibuat membuktikan bahwa kondisi hipoksia dapat menyebabkan kerusakan pada hati,ginjal,jantung,dan lambung jika mengalami hipoksia sistemik kronik.Hal ini harusnya menjadi perhatian kita semua,baik untuk pasien yang berada di RS maupun masyarakat umumnya,bahwa kondisi hipoksia sebenarnya memang harus dihindari. Aktivitas berat yang akan dilakukan, misalnya

berupa kegiatan olahraga berat seperti sepak bola,juga dapat menyebabkan kematian pada orang yang menjalaninya.

Begitu pula untuk kegiatan naik gunung yang juga dapat menyebabkan kematian, jika kita tidak memperhatikan persiapan yang baik atau tidak mengetahui apakah sebenarnya pembuluh darah jantung atau pembuluh darah otak kita sehat untuk menghadapi kondisi-kondisi,termasuk juga kondisi kekurangan oksigen.Untuk itu, sebaiknya untuk usia di atas 40 tahun melakukan check up untuk mengetahui apakah kondisi fisiknya fit.

Salam sehat.

Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD KGEH MMB FINASIM

Fellow of American College Of Physician (FACP)

Dampak Hipoksi bagi Kesehatan

Berapa Usia Ideal untuk Pemimpin Bangsa? (@DokterAri)

Posted on April 18th, 2012 in opini for public | No Comments »

Berapa Usia Ideal untuk Pemimpin Bangsa?

(@DokterAri)

Saat ini terjadi diskusi yang menarik seputar usia yang ideal untuk Pemimpin bangsa atau kepala daerah.  Sebelum membicarakan hal ini lebih lanjut ada beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai definisi seputar usia seseorang. Kelompok Usia lanjut (Usila) adalah kelompok orang dengan umur diatas 60 tahun. Semua orang yang berumur diatas 60 tahun disebut USILA. Dan apabila orang Usila ini mempunyai berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, DM, sakit ginjal atau lain-lain sehingga masuk sebagai multi patologi maka kelompok tersebut disebut Geriatri. Didalam menilai kesehatan seseorang umur merupakan hal penting yang harus diketahui. Karena dengan diketahui umur seseorang maka dapat diprediksi penyebab penyakit seseorang tersebut.

Kenapa kelompok diatas 60 tahun ini perlu mendapat perhatian?
Umur diatas 60 tahun berhubungan dengan berbagai resiko penyakit. Berbagai penyakit kanker menggunakan batasan umur 60 tahun untuk menentukan peningkatan resiko penyakit kanker. Gangguan pada lambung dan saluran pencernaan  akan meningkat pada pasien yang berusia 60 tahun jika  menggunakan obat rematik. Jadi usia 60 tahun menjadi parameter berbagai resiko penyakit. Pasien diatas 60 tahun juga beresiko untuk terjadinya penyakit kencing manis dan hipertensi. Kelompok umur diatas 60 tahun juga beresiko untuk terjadinya gangguan ginjal.
Usia 60 tahun juga digunakan patokan pensiun untuk seorang dokter pegawai negeri sipil bekerja di RS pemerintan. Tetapi jika si dokter tersebut menjadi dosen atau dokter pendidik klinis maka usia pensiunanya  dinaikkan sampai 65 tahun. Pada kalangan militer, usia pensiun bintara tamtama 53 tahun, sedang untuk perwira 58 tahun.
Asuransi kesehatan pasti akan memberikan premi yang besar pada kelompok pasien diatas 60 tahun.
Sampai saat ini memang tidak ada syarat umur maksimal untuk menjadi presiden. Di Amerika syarat umur minimal 35 tahun dan tdak ada batas maksimal. Presiden Ronald Reagen merupakan presiden tertua yaitu hampir berumur  77 tahun pada akhir masa jabatannya presidennya. Filipina menggunakan umur 40 tahun sebagai batas minimal menjadi presiden. Kontitusi kitapun tidak mensyaratkan  umur maksimal menjadi presiden.

Pertanyaan berikutnya apakah seseorang yang berumur  diatas 65 tahun boleh memimpin bangsa atau pemimpin daerah dilihat dari sudut kesehatan?

Kalau bicara sehat atau tidak sehat terhadap seseorang faktor umur bukan menjadi pertimbangan utama. Tetapi jika dihubungkan dengan pekerjaan yang menggunakan fisik tentu umur harus menjadi pertimbangan. Selain itu kondisi  kesehatan seseorang calon pemimpin atau kepala daerah saat ini juga harus bisa memprediksi kesehatan 5 tahun kedepan selama yang bersangkutan menjabat menjadi pemimpin.  Sehat atau tidak sehat dinilai dari berbagai hal antara lain: penilaian aspek psikologi  dan ini dapat dinilai melalui tes psikometri. Secara fisik yang harus dievaluasi adalah kondisi jantung, paru, ginjal, liver, mata dan THT. Pada wanita kesehatan organ kewanitaan juga harus menjadi perhatian.  Harus dipastikan apakah ada hendaya pada organ2 tersebut sehingga membuat calon pemimpin tersebut tetap sehat  menjadi pimpinan selama 5 tahun kedepan. World Health Organization (WHO) mengestimasi bahwa lebih dari 75 % kematian pada negara industi terjadi pada usia diatas 65 tahun karena penyakit jantung, kanker dan penyakit pembuluh darah otak (stroke). Sehingga penyakit ini juga harus menjadi perhatian dalam mengevaluasi status kesehatan seseorang yang berumur diatas 65 tahun. Selain membicarakan masalah kesehatan fisik, masalah kematangan seseorang menjadi hal yang penting. Hanya melihat umur memang agak susah untuk menilai matang tidak matangnya seseorang. Tetapi secara umur, umur diatas 50 tahun disebutkan sudah bisa dikatakan matang untuk menjadi seseorang pemimpin bangsa, malah sejarah membuktikan bahwa  Bung Karno dan Pak Harto belum berumur 50 tahun saat menjadi presiden. Isu mengenai umur seseorang pemimpin bangsa maupun kepala daerah akan terus bergulir tetapi semangatnya tetap kita membutuhkan pemimpin yang sehat dan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya untuk  bangsa dan negara kita.


Salam sehat,

Ari Fahrial Syam

Praktisi kesehatan

 

 

Tips Sehat Berdemonstrasi

Posted on March 30th, 2012 in opini for public | No Comments »

Tips Sehat Berdemonstrasi

 

Saat ini sedang berlangsung demonstrasi (demo) terutama untuk menentang rencana kenaikan BBM, hampir diseluruh kota-kota besar di Indonesia terdapat demonstrasi massa maupun mahasiswa. Saya mencoba melihat apakah ada sisi sehat dari orang yang sedang berdemo dan dampak demonstrasi buat kesehatan. Secara umum orang yang berdemo tentu demo yang damai akan mendapatkan manfaat baik untuk kesehatan psikis maupun fisik.  Dari segi psikis, dengan melaksanakan demo sebenarnya orang yang berdemo sedang melakukan upaya perlawanan atas hal yang tidak diinginkan. Melalui demo  mereka  mendapatkan penyaluran atas sesuatu yang diharapkan. Mereka akan puas bahwa apa yang diinginkan sudah disampaikan dan disalurkan terlepas dari yang disampaikan tersebut disetujui atau tidak. Dengan turun kejalan, berteriak, bernyanyi atau berbagai hal untuk menunjukkan ekspresi protes atas apa yang tidak diinginkan bisa merupakan penyaluran atau ventilasi atas ketidak sukaan yang ada didalam dirinya. Beratnya kehidupan sehari-hari bisa terlupakan sesaat, saat melakukan demonstrasi, berteriak dan bernyanyi. Orang yang melakukan demo juga akan merasa puas karena telah menyampaikan keinginannya walau dengan hanya turun ke jalan.

Dari  segi manfaat fisik, apabila  demo tersebut dilakukan dengan cara berjalan kaki  dari satu tempat ketempat yang lain, ini merupakan salah satu latihan (exercise) yang baik. Aktifitas jalan kaki ini juga tentu akan membuang kalori dan akan bermanfaat bagi kesehatan sesaat. Walau yang ideal tentu seharusnya aktifitas jalan kaki tersebut dilakukan secara rutin.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, demostrasi juga  berdampak negatif terhadap kesehatan. Para demontrans yang turun ke jalan, akan  beresiko untuk terjadinya dehidrasi baik berupa  kekurangan cairan maupun elektrolit. Oleh karena itu bagi   para demonstran yang berjalan kaki, berteriak atau bernyanyi harus tetap  menjaga minumnya. Hal ini mencegah  agar jangan sampai terjadi kekurangan cairan. Apalagi kalau demonstrasi tersebut dilakukan pada  saat cuaca panas, para demonstran akan berkeringat dan bisa mengalami kekurangan cairan dan elektrolit, pada saat kondisi tersebut mereka harus tetap menkonsumsi cairan terutama cairan yang berelektrolit. Kondisi dehidrasi juga akan membuat orang yang mengalami dehidrasi tersebut lebih sensitive dan emosinya menjadi tidak terkendali. Selain itu dehidrasi juga bisa membuat seseorang susah berpikir jernih. Orang yang mengalami dehidrasi akan mengalami pusing dan jika kondisi dehidrasi bertambah berat bisa fatal sampai pingsan dan menyebabkan kematian.  Oleh karena itu dehidrasi harus dicegah terjadi bagi para pendemo.

Selain itu karena umumnya saat melakukan demonstrasi para demonstran berteriak maka tenggorokan mereka bisa kering dan bisa mengalami iritasi oleh karena itu harus tetap minum dan diusahakan jangan minum yang dingin. Upaya mencegah terjadinya dehidrasi sebenarnya bukan saja untuk para demonstran tetapi juga untuk para petugas yang sedang menjalani tugas mengamankan aksi demonstrasi tersebut. Upaya simpatik dapat dilakukan dari kedua belah pihak baik dari para pendemo maupun petugas untuk saling berbagi minuman.

Pada akhirnya tentu kita berharap bahwa demonstrasi yang dilakukan berjalan damai dan bagi para demonstran dan petugas tetap menjaga kesehatan dengan memperhatikan minumnya agar tidak terjadinya dehidrasi.

 

Dr.Ari Fahrial Syam

@DokterAri

Praktisi Kesehatan

 

Waspada Penyakit Tuberkulosis (TBC) ada disekitar kita

Posted on March 27th, 2012 in opini for public | No Comments »

Menyambut Hari Tuberkulosis Se-dunia, 24 Maret 2012

Waspada Penyakit Tuberkulosis (TBC) ada disekitar kita

Ari Fahrial Syam (@DokterAri)

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

 

Peringatan hari tuberkulosis (TBC) dunia yg jatuh setiap tanggal 24 Maret mengingatkan kita akan bahaya besar bagi masyarakat akibat penyakit tuberkulosis ini. Penyakit tuberculosis yang lebih dikenal sebagai penyakit 3 huruf TBC atau sebagian masyarakat menyebutnya sebagai KP. Masyarakat kita lebih mengenal TBC hanya menyerang paru, pasien dengan TB paru sering disebut kena flek pada parunya. Tetapi sebenarnya ada istilah TBC ekstra paru, yaitu selain organ paru, TBC bisa mengenai berbagai organ tubuh kita seperti kulit, kelenjar, usus, hepar, Selaput otak (meningitis TBC) serta sumsum tulang belakang.

 

Penyakit ini masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia. Jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Saat ini diperhitungkan 3800 pasien TB meninggal setiap hari atau 2-3 pasien meninggal setiap menit karena TBC ini.

 

Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara pemasok penderita TBC terbesar di dunia setelah Cina dan India. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan tingkat penularan yang tinggi. Laporan WHO tentang  angka kejadian TBC evaluasi selama 3 tahun dari 2008,2009,2010 menunjukkan bahwa kejadian TBC Indonesia mencapai 189 per 100.000 penduduk. Secara global angka kejadian kasus kejadian TBC 128 per 100.000 penduduk. Data ini menunjukkan bahwa kasus TBC berada disekitar kita.

 

 

Demam tidak terlalu tinggi, berat badan turun, keringat pada malam hari dan nafsu makan yang menurun, merupakan gejala utama pasien dengan TBC.  Gejala lain berupa batuk-batuk kronis, nyeri dada bahkan sampai batuk darah merupakan gejala TBC paru.Jika TB mengenai usus gejala yang muncul selain gejala utama juga disertai diare kronis. Pasien dengan pembesaran kelenjar terutama disekitar leher disertai gejala utama TBC perlu dicurigai adanya TBC kelenjar.

 

Penderita dengan penyakit  ini tampaknya selalu ada disekitar kita. Sejak saya jadi menjadi dokter 22 tahun lalu dan sampai saat ini rasanya kasus TB selalu saja saya temukan dalam praktek sehari-hari. TB memang tidak saja menyerang paru TB juga bisa menyerang organ lain. Mengingat kasus yang selalu ada disekitar kita maka kita memang seharusnya mewaspadai penyakit TBC ini.

 

Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dan bisa diobati sampai tuntas. Wajar kalau slogan Hari TBC dunia adalah  “Stop TB dalam kehidupan kita” dan target pengendalian adalah  untuk menjadi zero kematian karena TB. Cuma memang masalahnya pengobatan TB memerlukan waktu yang panjang bisa 6-9 bulan. Selama waktu tersebut seorang penderita harus terus menkonsumsi obat dan tetap kontrol kedokter. Kepatuhan pasien memang diharapkan dalam pengobatan TBC.

 

Peran keluarga juga penting untuk mengingatkan anggota keluarga yang sakit untuk selalu minum obat dan kontrol teratur. Kadang kala dalam waktu 1 bulan setelah pengobatan kondisi pasien membaik, keluhannya hilang. Hal ini yang kadang-kadang membuat pasien merasa sembuh dan tidak meneruskan pengobatan. Padahal kondisi putus berobat ini akan membuat pasien  berisiko untuk mengalami kebal terhadap obat anti TB yang sudah pernah diberikan. Apabila  hal ini terjadi tentu penanganannya akan menjadi sulit. Komplikasi TB juga menjadi mudah terjadi.

 

 

 

Bagaimana mengobatinya.

Penyakit ini dapat disembuhkan dan pengobatannya membutuhkan waktu yang panjang. Pasien yang sudah dipastikan menderita sakit TBC minimal harus minum obat selama 6 bulan. Pada 2 bulan pertama pada umumnya pasien yang menderita TBC harus minum obat minimal sebanyak 4 macam obat antara lain yang sering digunakan sebagai pengobatan pertama yaitu rifampisin, isoniasid (INH), pirazinamid dan ethambutol. Terus terang kita tidak bisa lari dari kenyataan bahwa minum obat dengan berbagai macam dan jangka waktu yang panjang membuat kepatuhan seseorang akan berkurang. Selain itu obat TBC yang berbagai macam ini kadang kala menimbulkan efek samping pada pasien yang mengkonsumsi obat tersebut. Kepatuhan dan keinginan untuk sembuh adalah syarat yang harus dimiliki oleh seseorang yang menderita TBC. Disisi lain juga perlu disampaikan jika penyakit dan kuman TBC tersebut masih ada pada paru-paru pasien tersebut, maka mereka potensial untuk menularkan kepada orang lain. Oleh karena itu bagi penderita TBC ada 2 hal yang selalu diperhatikan kesembuhan diri sendiri dan tidak menularkan kepada orang lain.      Saat ini bagi masyarakat tidak mampu disediakan obat anti TBC gratis yang disediakan di Puskesmas-puskesmas baik puskesmas kelurahan dan kecamatan. Yang terpenting adalah segera mendeteksi anggota keluarga yang mempunyai gejala-gejala terinfeksi TBC dan segera membawa ke puskesmas untuk dievaluasi lebih lanjut dan jika terbukti menderita TBC masuk dalam program pengobatan TBC yang saat ini diberikan cuma-cuma.

Selain pengobatan dengan berbagai obat pasien yang mengalami menderita TBC juga harus terus menerus memperhatikan makanannya. Diusahakan agar selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ironisnya umumnya pasien yang mengalami penyakit TBC ini berasal dari golongan masyarakat miskin. Sehingga selain kendala berobat, konsumsi makanan yang bergizi juga menjadi hal yang sulit dilakukan sehingga pada akhirnya pasien dengan TBC tidak bisa disembuhkan dengan baik. Program pengobatan gratis yang saat ini ada di Puskesmas harus secara terus menerus dilakukan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tambahan susu dan makanan lainnya, juga seharusnya dapat diusahakan oleh pemerintah daerah setempat untuk turut membantu pasien yang menderita TBC. Mata rantai penularan harus diputuskan dengan mengobati pasien yang menderita TBC sampai sembuh.

 

Penutup

Upaya untuk memberantas TB sebenarnya sudah merupakan gerakan Dunia Untuk menghilangkan kasus TBC di muka bumi ini, pemerintah juga seperti tidak henti-hentinya untuk berupaya memberantas penyakit. Saat ini obat2 TBC juga diberikan secara gratis kepada pasien TB Paru dengan dahak yang positif melalui puskesmas dimana pasien tersebut itu tinggal. Tetapi pada akhirnya memang kesadaran masyarakat untuk membantu mendeteksi dan juga segera berobat jika mempunyai gejala-gejala seperti yang dimiliki pasien TB.

 

Mengenal lebih dekat Batu Kandung Empedu

Posted on March 17th, 2012 in opini for public | No Comments »

Mengenal lebih dekat Batu Kandung Empedu

Penyakit kandung empedu menjadi favorit karena kebetulan mengenai tokoh nasional. Proses penanganannya juga berjalan lancar melalui operasi yang berlangsung hanya 1 jam.  Satu hari setelah operasi beliau sudah bisa turun dari tempat tidur dan jalan-jalan.

Gejala utama peradangan empedu termasuk batu kandung empedu adalah nyeri perut. Nyeri perut sendiri adalah suatu  keadaan yang sering ditemukan dan  mengantarkan pasien datang ke RS baik di poliklinik maupun gawat darurat RS. Pasien yang datang ke Poliklinik penyakit dalam 30 % karena nyeri perut dan 50-60 % yang datang ke konsultan penyakit lambung dan pencernaan. Nyeri perut yang terjadi bisa tiba-tiba atau kronis. Nyeri perut berhubungan dengan organ yang terkena yang menimbulkan nyeri perut tersebut. Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, bisa berasal dari pancreas, kandung empedu, liver atau usus dua belas jari. Bahkan nyeri perut di ulu hati juga bisa berhubungan dengan serangan jantung dalam hal ini serangan jantung bagian bawah (infark miokard inferior).

Nyeri ulu hati karena masalah kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu baik berlangsung akut maupun kronis.  Nyeri ulu hari karena masalah di kandung empedu bisa juga terjadi karena adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut batu kandung empedu terdiri dari  batu kolesterol dan batu pigmen.

Nyeri karena adanya batu   kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), biasanya nyeri tersebut dapat menjalar ke punggung belakang. Untuk mengetahui penyebab dari nyeri ulu hati tersebut perlu dilakukan USG abdomen. Melalui pemeriksaan USG abdomen dapat diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis pada kandung empedu tersebut. Selain itu melalui pemeriksaan USG juga diidentifikasi adanya batu pada kandung empedu.  Pemeriksaan USG abdomen juga dapat  mengevaluasi saluran empedu,  bisa mengidentifikasi adanya pelebaran saluran empedu. Sumbatan  bisa terjadi jika batu yang ada di kandung empedu menyumbat pada saluran empedu tersebut. Data yang ada pada kami 20 % pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan karena gangguan pada kandung empedunya baik berupa batu di kandung empedu atau peradangan pada kandung empedu itu sendiri. Kalau dilihat dari umur 20 % kasus yang mengalami gangguan pada kandung empedu tersebut lebih dari 80 % berumur diatas 40 tahun dan tidak ada yang berumur dibawah 30 tahun.

Peradangan  pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung tiba-tiba atau akut,  bisa ringan dan bisa berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja selain mengenai kandung empedu juga  bisa mengenai pancreas. Bahkan bisa terjadi infeksi luas dan sistemik yang dapat membahayakan jiwa.

Pasien dengan peradangan kandung empedu akut perlu dirawat di RS dan perlu mendapat antibiotika sistemik. Kandung empedu yang bermasalah apalagi ada batu didalamnya biasanya memang kandung empedu tersebut harus diangkat (kolesistektomi). Pada kondisi yang ringan dan dengan batu kandung empedu tanpa keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu  diatasi dengan operasi. Pengobatan pada batu kandung empedu yang tunggal dan kecil  (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan yaitu obat yang bekerja melarutkan batu kolesterol yaitu ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan.

Pada kasus yang memang memerlukan oeprasi, saat ini sebagian besar RS juga telah menerapkan tehnik  laparaskopi untuk pengangkatan  kandung empedu tersebut, Melalui tehnik ini masa rawat manjadi pendek, komplikasi paska operasi menjadi minimal.

Kenapa seseorang bisa terkena batu empedu.

Wanita lebih banyak pada laki-laki, semakin tinggi umur semakin tinggi terkena batu kandung empedu ini, pada pasien  diatas 40 tahun akan lebih berisiko untuk terjadinya batu kandung empedu. Di Amerika 25 % wanita berumur 60 tahun mengalami batu empedu dan setelah diatas 75 tahun hampir 50 % mengalami batu empedu. Resiko lain untuk terjadinya batu kandung empedu antara lain obesitas, diabetes mellitus, pasien dengan sindrom metabolik yaitu dengan  obesitas, kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang rendah, trigliserida yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, dan juga dengan gula darah yang tinggi, riwayat keluarga dengan kandung empedu, diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol dan rendah serat dan yang menarik juga ternyata penurunan berat badan yang mendadak juga bisa menyebabkan terbentuknya batu kandung empedu.

Bagi pasien yang sudah dioperasi kandung empedunya juga tetap harus menjaga makannya karena bisa saja terbentuknya pasir dan batu pada saluran empedunya walau kandung empedunya sudah diangkat.

Salam sehat,

Ari Fahrial Syam

Praktisi klinis

Gambar USG Abdomen dengan Batu Kandung Empedu

Hari Ginjal se Dunia – 8 Maret 2012 Sayangi Ginjal Anda

Posted on March 7th, 2012 in opini for public | No Comments »

Hari  Ginjal se Dunia – 8 Maret 2012
Sayangi Ginjal Anda

Besok tanggal 8 Maret  2012 diperingati sebagai Hari Ginjal se Dunia. Ginjal merupakan organ penting yang ada didalam tubuh kita berjumlah 2 buah dengan fungsi utama sebagai  penyaring atau pencuci darah atau melaksankan fungsi ekskresi (pembuang zat-zat yang tidak berguna). Ginjal menjaga keseimbangan air serta keasaman darah dan juga elektrolit. Dalam keadaan normal jika kelebihan cairan akan diproduksi lebih banyak urin sebaliknya jika kekurangan cairan produksi urin menjadi turun.  Selain itu ginjal juga menghasilkan berbagai hormon antara lain  erithropoitin yang berperan untuk pembentukan sel darah merah. Mengingat peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia kita harus selalu menjaga ginjal kita  dalam keadaan sehat.
Pada kesempatan ini saya akan berbagi mengenai kondisi  yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Secara umum kerusakan yang terjadi pada ginjal merupakan dampak dari penyakit lain antara lain Penyakit kencing manis (DM), hipertensi, penyakit asam urat tinggi, penyakit outoimun seperti Penyakit lupus.  Sedang penyakit yang terjadi pada ginjal sendiri yang bisa berlanjut menjadi kronis adalah Infeksi saluran kencing, batu ginjal atau polikistik ginjal serta sumbatan pada saluran ginjal.
Komplikasi kencing manis  yang memang harus dicegah adalah kebocoran ginjal dan selanjutnya menjadi gagal ginjal kronis. Saat ini DM mendominasi penyebab gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah (hemodialisa). Penyakit hipertensi dimana Tekanan Darah tidak terkontrol makin lama juga akan merusak ginjal mulai dari kebocoran ginjal sampai gagal ginjal kronis sehingga pasien tersebut haru menjalani cuci darah. Peningkatan kadar asam urat yang berkepanjangan akan menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan jika berlanjut agar terjadi infeksi berulang pada ginjal dan akhirnya bisa juga menyebabkan gagal ginjal kronis. Penyakit outoimun seperti SLE juga akan menyebabkan komplikasi ginjal. Selain itu hal lain yang bisa menyebabkan gangguan fungsi  ginjal  adalah obat2an yang bisa merusak ginjal, penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berkepanjangan dan tanpa konsultasi dokter juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal.
Apakah penyakit gagal ginjal bisa dicegah?
Jawabannya pasti bisa, pasien dengan DM, gula darahnya harus selalu terkontrol, pasien dengan hipertensi TDnya juga harus selalu terkontrol. Pasien dengan asam urat tinggi, asam uratnya harus diturunkan sampai normal. Pada pasien yang sudah diketahui menderita penyakit outoimun seperti Lupus, penyakit lupus harus remisi (sembuh). Saat ini ditengah masyarakat banyak berbagai alternatif pengobatan selain pengobatan modern yang mengklaim bisa menyembuhkan penyakit kencing manis atau hipertensi sehingga menjadi sembuh total. Jelas klaim ini tidak benar karena penyakit kencing manis dan hipertensi hanya dapat dikatakan terkontrol baik dengan obat atau tanpa obat bukan sembuh total. Oleh karena itu apapun pengobatan yang diberikan Kadar Gula darah atau tekanan darah harus selalu dicek rutin. Karena jika hal ini tidak diperhatikan akan menyebabkan terjadinya komplikasi gagal ginjal kronis sehingga perlu cuci darah atau bahkan cangkok (transplantasi) ginjal.

Bagaimana kita mendeteksi adanya gangguan ginjal?
Pada awal perjalanan gangguan ginjal bisa saja tanpa gejala. Pemeriksaan urine lengkap dan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) dapat mendeteksi adanya kelainan pada ginjal. Untuk mengevaluasi adanya kelainan pada struktur ginjal USG abdomen dapat dilakukan. Melalui pemeriksaan  USG dapat dideteksi adanya batu ginjal atau adanya batu pada kandung kencing,atau  pembengkakan ginjal karena adanya sumbatan pada saluran ginjal atau ureter.
Akhirnya beberapa tips penting agar kita terhindar dari gangguan ginjal adalah:
1.    Pemeriksaan urin lengkap dan ureum kreatinin pada pasien dengan penyakit kronis seperti kencing manis hipertensi dan asam urat tinggi serta penyakit aoutoimun seperti penyakit lupus eritematosus.
2.    Tidak mengkonsumsi obat2an secara rutin tanpa petunjuk dokter.
3.    Minum yang cukup 8-10 gelas perhari dalam kondisi normal.
4.    Tidak menahan buang air kecil dalam waktu lama.
5.    Jangan menghiraukan berbagai gangguan yang kemungkinan berhubungan dengan gangguan ginjal dengan segera berobat kedokter
6.    Kenali gangguan kesehatan yang berhubungan dengan ginjal misal buang air kecil sakit, buang air kecil sering, buang air kecil tidak lampias, BAK merah atau seperti cucian daging atau  pinggang sakit.

Mudah-mudahan informasi ini membuat kita selalu menyayangi ginjal agar terhindar dari penyakit ginjal kronis.
Salam sehat,
Dr.dr. Ari F Syam SpPD-KGEH,MMB
Fellow of American College of Physician
Praktisi Klinis

Antispasi Dampak Kebobolan 10-0 dari Bahrain (@DokterAri)

Posted on March 4th, 2012 in opini for public | 2 Comments »

Antispasi Dampak Kebobolan  10-0 dari Bahrain
@DokterAri

Kekalahan telak PSSI dengan Bahrain 10-0 membuat kita terhenyak dan pastinya kesal. Apalagi ditambah informasi bahwa ini kekalahan terburuk sejak tahun 1934 dan juga kekalahan terbesar pra piala dunia 2014 zona Asia. FIFA pun bersikap akan hasil ini dan akan melakukan penyelidikan kenapa Indonesia bisa kalah telah 10-0 dari Bahrain, karena beberapa tahun yang lalu dalam ajang piala Asia Bahrain dapat dikalahkan oleh Indonesia.
Berbagai hujatan muncul di jejaring sosial twitter,facebook,kaskus dll. Saya kebetulan fans fanatik PSSI dan selalu mengikuti perkembangan dan menunggu hasil-hasil pertandingan PSSI,bahkan kalau memang PSSI main di Stadion Utama saya juga berusaha untuk hadir. Buat saya dan jutaan pencinta PSSI pasti kekalahan telak 10-0 sepanjang sejarah perjalanan sepak bola Indonesia merupakan pukulan tersendiri. Pikiran dan aktifitas pagi saya kemarin hanya diisi untuk membaca tulisan seputar kekalahan tersebut. Buat saya mungkin tidak terlalu sulit untuk segera melupakan hal ini, apalagi aktifitas saya sehari-hari tidak berhubungan dengan masalah sepakbola. Tetapi jelas berbeda dengan kondisi pemain muda kita yang baru saja menjalani pertandingan yang memalukan tersebut.
Qatar sudah protes kepada PSSI saat akan mengirim pemain U 23 dan dijawab oleh pengurus PSSI untuk memberikan pengalaman internasional bagi pemain-pemain muda kita. Tetapi hasil pertandingan tersebut,  malah justru sebaliknya, kekalahan telak yang menyakitkan dan terburuk sepanjang masa akan membuat trauma yang berkepanjangan. Kegagalan seperti ini bisa menjadi trauma dan stress buat para pemain muda. Kondisi ini akan membuat mereka sulit tidur dan tidak nafsu makan. Gol-gol Bahrain, suasana di lapangan dan ketidak berdayaan untuk bisa melakukan perlawanan akan selalu menjadi mimpi buruk buat para pemain muda kita. Kondisi stress ini akan mencetuskan stress lain yang mungkin sudah ada sebelumnya. Apalagi jejaring sosial,media cetak dan media elektronik menghujat kekalahan ini. Nasi sudah menjadi bubur. Faktor psikologi para pemain muda yang habis mengalami kekalahan tersebut harus menjadi perhatian pengurus. Jelas trauma kekalahan yang memalukan ini bisa menjadi stress yang akan mempengaruhi masa depan mereka. Trauma kekalahan besar ini bisa menghantaui para pemain terutama mereka berhdapan dengan tim Timur tengah lain. Psikolog atau bahkan psikiater harus mendampingi mereka. Tentu kita masih berharap mereka memberikan yang terbaik untuk PSSI dimasa depan. Oleh karena masalah psikologi para pemain muda harus menjadi perhatian, mereka harus segera didampingi para psikolog bahkan psikiater agar kondisi mental mereka dapat cepat bangkit dan bisa memberikan terbaik buat Indonesia dimasa depan.

Salam sehat,
Ari Fahrial Syam

Dampak Buruk Minum Alkohol…..

Posted on January 23rd, 2012 in opini for public | No Comments »

Dampak Buruk Minum Alkohol……

 

Kejadian tabrakan maut hari Minggu kemarin tanggal 22 Januari 2012 yang menyebabkan hilangnya nyawa 9 orang membuktikan bahwa narkoba dan alkohol harus dihindari. Mendagri juga selayaknya tidak memaksakan kehendak seputar Peraturan pembatasan atau pelarangan peredaran Alkohol oelh PEMDA. Pemerintah melalui  Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 memang mengatur  tiga golongan minuman keras, yakni golongan A dengan kandungan alkohol 0-5 persen, B dengan alkohol 5-20 persen, dan C dengan kandungan alkohol 20-55 persen. Untuk minuman yang mengandung alkohol 0-5 % peredarannya bebas ditengah masyarakat. Disisi lain ada beberapa daerah yang melalui Peraturan Daerah (PERDA) melarang peredaran minuman berlakohol walau masuk golongan A. Kesenjangan antara Kepres dan Perda inilah yang menjadi sumber masalah. Sudah ada Ormas yang menyatakan akan mengajukan uji Kepres No 3 1997 ini ke Mahkamah Konstitusi.

Tetapi apapun hasilnya sebagai sebagai seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dalam praktek sehari-hari bahwa penggunaan alkohol ditengah masyarakat lebih banyak keburukan dari pada kebaikannya. Menurut catatan World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, tercatat 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan 9 % kematian tersebut terjadi pada orang muda (15-29 tahun).

Kenapa Minum Alkohol?

Secara umum kenapa seseorang minum minuman alkohol adalah karena alasan menjaga hubungan baik dengan relasi, baik untuk acara jamuan makan malam atau pesta. Disisi lain alasan minum alkohol adalah untuk menghangatkan badan apalagi didalam musim penghujan saat ini, minum alcohol juga untuk alasan lebih relaks dan melupakan beban berat atau permasalahan yang sedang dimiliki oleh seseorang. Buat sebagian orang yang memang merasa rendah diri dengan minum alkohol merasa dirinya menjadi lebih berharga dan sedikit lebih “berani”. Buat sebagian anak muda alkohol sebagai pelarian karena menghadapi frustasi dalam kehidupan sehari-hari baik karena masalah pendidikan, masalah keluarga (Broken Home), karena pekerjaan dan masalah sosial lain dalam kehidupan bermasyarakat. Minum alkohol bisa melupakan beban hidup sesaat dan tentu sifatnya semu belaka.

Efek samping  Minum Alkohol

Mengulas sedikit mengenai minuman beralkohol yang ada ditengah masyarakat mengandung kadar alkohol yang bervariasi. Bir umumnya mengandung alkohol 3,5% sampai 5 %, wine mengandung alkohol 10%-14%, fortified wine mengandung alkohol 14-20 % sedang whisky, vodka mengandung 40 % alkohol. Dampak buruk dari penggunaan alkohol akan mengenai berbagai organ didalam tubuh. Mulai dari otak, saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke usus besar, organ-organ dalam tubuh khususnya liver, pancreas, otot, tulang dan sistim genetalia baik laki-laki maupun perempuan.

Alkohol dikelompokan sebagai bahan yang menyebabkan sedasi dan hypnosis. Artinya apa bahwa alkohol membuat seseorang menjadi tenang dan “tertidur”.

Penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan terjadinya keracunan alkohol (Intoksikasi alkohol) dan dapat mennyebabkan kematian. Akibat penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan seseorang menjadi “mabuk”. Intoksikasi terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi diatas ambang toleransi orang tersebut sehingga menyebabkan terjadinya gangguan baik fisik maupun mental, sesorang yang dalam keadaan mabuk tidak sadar akan apa yang sedang dilakukan, disorientasi, bingung dan lupa. Dalam keadaan mabuk seseorang bisa saja melakukan aktifitas antisosial termasuk juga melakukan tingkah laku seksual yang tidak aman. Tentunya sangat berbahaya jika mengendarai kendaraan bermotor atau menghidupkan mesin.

Alkohol dapat menyebabkan adiksi atau ketagihan dan toleransi penggunaan makin hari makin banyak. Walaupun seseorang sudah toleransi untuk volume tertentu tetapi efek samping kronisnya tetap terjadi. Pasien dengan penggunaan alkohol jangka panjang akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaannya khususnya pada lambung. Pasien yang menggunakan alkohol kronis akan dengan mudah ditemukan kelainan pada lambungnya. Saya beberapa kali medeteksi pasien yang secara endoskopi diketahui ada peradangan kronis pada lambung dan mengakui sebagai pengguna alhohol rutin  pada saat konfirmasi setelah pemeriksaan endoskopi. Alkohol akan menyebabakan peradangan kronis pada saluran pencernaan, membentuk erosi sampai tukak usus dan selanjutnya akan menyebabkan perubahan struktur dalam usus sampai berubah menjadi sel ganas (kanker). Liver  peminum alkohol juga akan mengalami peradangan kronis yang akan berlanjut dengan penciutan hati (sirosis hati) tentu dengan komplikasi lanjutan yang bermacam-macam antara lain pembengkakan pada perut dan terjadi perdarahan pada saluran cernanya. Alkohol juga dihubungkan dengan dengan berbagai kanker antara lain kanker usus besar. Pasien peminum alkohol kronis akan mengalami tulang kropos (osteoporosis), mengalami impotensi dan infertilitas. Pada wanita alkohol juga menjadi salah factor resiko terjadi kanker payudara.

Informasi mengenai penggunaan alkohol dosis kecil sedikit yang rutin membawa dampak baik  untuk kesehatan ternyata juga masih kontroversi. Disisi lain penggunaan rutin walaupun sedikit tetap akan membawa efek samping yang akan timbul dimasa depan. Belum lagi toleransi dari penggunaan sedikit makin lama makin tinggi.

Minum alkohol juga tidak boleh dibarengi dengan minum obat tertentu yang mempunyai efek samping mengantuk seperti antihistamin atau antialergi berupa kombinasi obat batuk-pilek. Karena efek penenang dari alkohol akan bertambah berat jika  dikombinasi dengan antihistamin.

Akhirnya ternyata pengunaan alkohol lebih banyak dampak buruknya dari pada manfaatnya sehingga upaya untuk melarang penggunaan alkohol di tengah masyarakat luas memang harus dilakukan tentunya melalui berbagai peraturan.

Salam Sehat,

Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB

Dosen dan Spesialis Penyakit Dalam

Fellow American College of Physician (FACP)